BREAKING NEWS
 

5.800 Gempa Susulan Terjadi di Flores, BMKG Minta Warga Tenang

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 24 Agustus 2026 08:43 WIB
Bangunan yang rusak akibat gempa NTT. (Foto: Dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepekan setelah gempa dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berguncang. Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 12.00 WITA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada 5.824 kali gempa susulan. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang. 

Kekuatan gempa susulan itu bervariasi. Mulai dari yang terbesar mencapai M 6,2 sampai yang terkecil M 1,1. BMKG memprediksi, gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tulis BMKG, melalui akun Instagram @infobmkg.

Getaran masih dirasakan di sejumlah wilayah. Yang terbaru, gempa M 4,0 mengguncang wilayah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026) pukul 10.41 WIB atau 11.41 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 42 kilometer dari Ruteng, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG terus melakukan pemantauan dan survei teknis di sejumlah wilayah terdampak. Selain memetakan tingkat guncangan dan kondisi tanah, survei tsunami dilakukan untuk memverifikasi kondisi pesisir serta kemungkinan perubahan muka air laut pascagempa.

Baca juga : Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi 272 T

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi kegempaan terkini.

Dari sisi jumlah korban akibat gempa, terus bertambah. Data BNPB per Minggu (23/8/2026) mencatat, sebanyak 91 orang meninggal dunia dan 1.286 orang mengalami luka-luka. Adapun jumlah pengungsi akibat gempa Flores saat ini mencapai 156.782 orang.

Sementara, kerusakan rumah mencapai 53.971 unit, terdiri dari 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rusak sedang dan 23.188 rusak ringan. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan kerusakan rumah terbanyak, mencapai 17.039 unit. 

"Data tersebut masih terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan di lapangan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Adsense

Pemerintah pun terus memperkuat penanganan bencana. Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan segera mengunjungi wilayah terdampak di NTT.

Baca juga : Eropa Tertarik Investasi di Sektor Hilirisasi-Pertanian, RI Masih Jadi Gadis Yang Cantik

“Insya Allah pasti akan ke sana,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Pemenuhan kebutuhan pengungsi, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur terus dikebut. Hingga Minggu (23/8/2026), sebanyak 954 ton bantuan logistik telah dikirim lewat jalur udara menuju Labuan Bajo dan Maumere. Penyebarannya melibatkan 5.832 personel TNI, 238 personel Polri dan 903 relawan dari 104 organisasi.

Di sektor kesehatan, dukungan diperkuat KRI dr. Suharso 990. Kapal rumah sakit milik TNI AL tersebut membangun rumah sakit lapangan di Waso dan Wangkong, Kecamatan Reok, Manggarai, dengan kapasitas perawatan hingga 75 pasien. Pelayanan kesehatan juga diperkuat Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang bersandar di Teluk Nangalirang, Manggarai Timur.

Distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau juga terus dilakukan. Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk mengirim bantuan TNI AU ke helipad Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Minggu (23/8/2026).

Tak hanya kebutuhan dasar, pemulihan infrastruktur juga menjadi pekerjaan besar Pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat 94 titik jalan dan jembatan terdampak gempa.

Baca juga : Karhutla Ganggu Ekonomi & Kesehatan

Data Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT menunjukkan ada kerusakan jalan berupa 75 titik longsoran, 3 titik jalan amblas, serta kerusakan di 16 jembatan dan duiker. Penanganan diprioritaskan pada pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.

Sebanyak 15 ruas jalan nasional masih dapat difungsikan. Hal ini membantu arus kendaraan, distribusi logistik, dan pasokan BBM tetap berjalan.

Konektivitas menuju Flores juga dijaga melalui jalur laut. Transportasi laut dari Surabaya menuju sejumlah wilayah NTT tetap beroperasi meski gempa susulan masih terjadi.

PT Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan, tidak ada pembatalan maupun penundaan pelayaran. Sebagian besar pelabuhan di NTT masih dapat melayani kapal secara normal.

“Untuk wilayah Maumere, memang ada kerusakan terminal penumpang, tapi dermaga masih tetap bisa disandari kapal,” kata Direktur Operasi dan Usaha PT DLU Rakhmatika Ardianto, Minggu (23/8/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense