BREAKING NEWS
 

Warga NU Gelar Mubes, Terbitkan ”Rekomendasi Seblak" untuk PBNU

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 29 Agustus 2026 19:37 WIB
Musyawarah Besar (Mubes) warga Nahdlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/08/2026). (Foto: Dok. NU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Musyawarah Besar (Mubes), di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/08/2026). Forum ini diselenggarakan sebagai wadah inklusif bagi ratusan kader dan jamaah nahdliyin dari berbagai daerah untuk menyuarakan aspirasi, mengevaluasi tata kelola organisasi, serta merumuskan arah baru jam'iyah memasuki abad keduanya.

Rangkaian agenda diawali dengan registrasi peserta dan rapat pleno pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok tematik yang mendalam untuk merumuskan gagasan strategis, hingga diakhiri dengan pleno penutupan. Acara ini dihadiri oleh ratusan kader serta jajaran tokoh nasional, kiai, dan nyai, seperti Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Mahfud MD, KH Afifuddin Muhajir, hingga Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam pembahasan arah politik dan netralitas organisasi, Mahfud MD menegaskan posisi independen jam'iyah agar tidak terseret arus politik praktis. "NU harus netral dari partai politik, tetapi tetap perlu berpolitik," ujar Mahfud.

Baca juga : Siap Maju Ketum PBNU, Hery Haryanto Azumi: Persatuan NU yang Utama

Menghadapi perjalanan abad kedua, KH Afifuddin Muhajir menyoroti pentingnya pembaruan dan perbaikan tata kelola internal jam'iyah. "Nahdlatul Ulama yang telah berusia lebih dari satu abad perlu menghidupkan kembali tradisi lama dan memperbaiki hal-hal yang telah rusak," paparnya.

Adsense

Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid menggarisbawahi pentingnya mendengarkan suara warga serta penguatan peran perempuan nahdliyin di semua lini.

"Saya dulu juga seorang demonstran. Tahun 1998, saya menjadi demonstran. Memilih ikut bergerak untuk meminta susu bayi harganya diturunkan," kenang Shinta.

Baca juga : Tak Nyalon Ketum PBNU, Prof Nasar Fokus Jadi Menag

Poin-poin Rekomendasi Seblak: Mubes Warga NU untuk PBNU

Melalui naskah resminya, Mubes Warga NU menetapkan empat pandangan:

  1. Menolak Politik Uang dan Transaksional Politik dalam Muktamar: Segala bentuk jual-beli suara, suap, atau gratifikasi atas nama bisyaroh mau pun barang/jasa harus ditolak keras. Kepengurusan NU wajib lahir dari kedalaman ilmu, integritas, dan keteladanan, bukan dari kekuatan finansial.
  2. Meneguhkan Kemandirian dan Kedaulatan NU
  3. Menegaskan Keberpihakan NU pada Jamaah Secara Inklusif dan Kemaslahatan Bersama
  4. ⁠Meneguhkan Kepemimpinan Perempuan yang Setara dan Bermakna dalam NU

Atas dasar hal-hal tersebut, Mubes Warga NU menyampaikan beberapa “Rekomendasi Seblak” sebagai hasil Musyawarah Besar Warga NU sebagai berikut:

  1. Bersama-sama menjaga marwah Muktamar ke-35 sebagai forum permusyawaratan tertinggi yang bersih, bermartabat, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
  2. Menolak politik uang dan transaksional politik. Para muktamirin hendaknya tidak memberikan suara kepada siapapun yang menggunakan suap, intimidasi, baik berupa barang, jasa, maupun uang.
  3. Menjauhkan proses Muktamar ke-35 dari intervensi eksternal. Seluruh tahapan Muktamar harus bebas dari politik uang, transaksi kepentingan, dan campur tangan pihak eksternal yang dapat merusak independensi dan kehormatan NU.
  4. Meneguhkan kepengurusan NU yang berintegritas. Siapapun yang kelak memperoleh amanah kepengurusan NU wajib menjadikan integritas, kemandirian, keteladanan, dan khidmah kepada jamaah sebagai fondasi utama dalam menjalankan kepemimpinannya.
  5. Mengembalikan energi NU kepada tujuan hakiki. Muktamar harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran NU dalam menjaga agama, merawat jamaah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat
  6. Menguatkan politik kewargaan melalui advokasi yang berdampak pada perubahan struktural demi memperkuat kedaulatan ekonomi dan politik.
  7. Mengembangkan gerakan sosial untuk membangun demokrasi kewargaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
  8. Melakukan pendidikan siyasah nahdliyah untuk memperkuat hak-hak kewargaan dan mengembangkan kepemimpinan nahdliyin yang berintegritas.

Baca juga : Gandeng NU, BSI Kelola Lebih Dari 14 Ribu Pesantren Di Indonesia

“Semoga pandangan dan rekomendasi Mubes Warga NU ini dijadikan pijakan dalam membangun NU pada abad kedua,” ujar Nur Rofiah, salah satu fasilitator, pascamembacakan hasil dan rekomendasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense