BREAKING NEWS
 

Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (7): KH M Anwar Manshur, Sesepuh Lirboyo

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 30 Agustus 2026 22:21 WIB
KH M Anwar Manshur. Foto: RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Penghitungan suara Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menempatkan nama KH M Anwar Manshur di posisi ketujuh. 

Pengasuh Pesantren Lirboyo ini mengantongi 303 suara atau setara 6,4 persen dari total pemilih, menahbiskannya sebagai bagian dari jajaran Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). 

Secara sederhana, Ahwa adalah majelis musyawarah sembilan kiai sepuh yang memegang mandat penuh untuk menentukan siapa pengemban amanah Rais Aam PBNU. Kehadiran Kiai Anwar Manshur di majelis ini memperkuat muruah dan bobot keulamaan dewan formatur tersebut.

Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (6): KH Anwar Iskandar, Ulama Pengayom Umat

Lahir pada 1 Maret 1938 tepat di dalam kompleks Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kiai Anwar Manshur merupakan trah langsung dari muassis pesantren legendaris tersebut. 

Adsense

Ayahnya, Kiai Manshur, berasal dari Jombang, sementara ibundanya, Nyai Salamah, adalah putri ketiga dari KH Abdul Karim—pendiri Pesantren Lirboyo. Masa kecilnya diawali dengan menimba ilmu dasar agama di Pesantren Tarbiyatunnasyiin milik sang ayah di Pacul Gowang, Diwek, Jombang. 

Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Pesantren Tebuireng hingga jenjang Tsanawiyah, sebelum akhirnya kembali dan menetap di Lirboyo untuk merampungkan pendidikannya dan memperunting Nyai Umi Kulsum, putri dari Kiai Mahrus Aly.

Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (5): KH Afifuddin Muhajir, Sang Pakar Fiqih

Sejak tahun 2014, Kiai Anwar Manshur dipercaya memegang tongkat kepemimpinan tertinggi sebagai Pengasuh Pesantren Lirboyo, melanjutkan estafet dari para pendahulunya seperti KH A Idris Marzuqi, KH Mahrus Aly, dan KH Marzuqi Dahlan. 

Di bawah pengayomannya, Lirboyo tetap berdiri kokoh sebagai benteng utama pencetak ribuan kiai muda dan ulama pengawal tradisi keislaman di Tanah Air. Keseimbangan antara kedalaman ilmu, ketawaduan, dan prinsip kehati-hatian yang dipegangnya menjadikan sosoknya senantiasa diteladani oleh para santri dan alumni di mana pun berada.

Rujukan keilmuan dan karismanya tak hanya terbatas di dalam dinding pesantren. Kiai Anwar Manshur juga mengemban tanggung jawab keorganisasian yang teramat penting di lingkungan nahdliyin. 

Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu

Beliau tercatat sebagai Mustasyar PBNU periode 2022–2027 dan kembali dipercaya memangku amanah sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur untuk periode 2024–2029. Pengalaman panjangnya menakhodai wilayah dengan basis massa NU terbesar di Indonesia ini menjadikan dawuh dan petunjuk Kiai Anwar Manshur selalu ditunggu sebagai penyejuk serta kompas moral bagi perjalanan organisasi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense