BREAKING NEWS
 

Menuju Kesetimbangan Baru

Daryono: Aktivitas Gempa Susulan Flores M7,7 Terus Meluruh Menuju Stabil

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 4 September 2026 16:49 WIB
Masyarakat Flores, NTT dapat kembali beraktivitas dengan nyaman secara bertahap. (Foto: IG @daryono_edukator_kebencanaan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar gempa sekaligus anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menginformasikan, aktivitas gempa susulan (aftershocks) pasca gempa utama M7,7 di Flores telah menunjukkan tren penurunan frekuensi yang signifikan. Kesimpulan ini mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Jumat (4/9/2026) pukul 05.00 WIB.

"Setelah pelepasan energi utama (mainshock), batuan di kerak bumi wilayah utara Flores mengalami proses penataan kembali (readjustment) untuk mencapai titik kesetimbangan tektonik yang baru," ujar Daryono via X, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, tren peluruhan ini tergambar jelas dari penurunan frekuensi gempa mingguan. Jumlah kejadian merosot dari 5.011 gempa pada minggu pertama, menjadi 4.267 pada minggu kedua, dan turun drastis hingga 2.786 kejadian pada minggu ketiga.

Baca juga : Kemendikdasmen Gercep Kirim 50 Tenda Darurat Dan Bantuan Sekolah Ke NTT

Dari sudut pandang seismologi, pola pelepasan energi ini mengikuti kaidah hukum Omori (Omori’s Law), yang menyatakan bahwa frekuensi kejadian gempa susulan akan berkurang secara eksponensial seiring berjalannya waktu.

Adsense

Daryono yang juga mantan Direktur Gempabumi & Tsunami BMKG menjelaskan, total 12.064 gempa susulan yang tercatat merupakan indikasi logis dari proses "pengeluaran sisa tegangan" (stress release) pada zona patahan secara bertahap. Mayoritas gempa ini tergolong mikroseismik beramplitudo kecil dan tidak dirasakan. Hanya 172 kejadian saja yang dirasakan oleh warga.

"Ini menandakan bahwa akumulasi energi utama telah terbuang secara aman, dan tidak lagi terkonsentrasi dalam magnitudo besar," cetusnya.

Baca juga : Gempa M4,3 di Cianjur-Bandung Dipicu Sesar Cisokan, Ini Penjelasan Pakar

Secara tektonik, meredanya frekuensi getaran ini mengindikasikan bahwa segmen patahan pemicu gempa M7.7 sedang memasuki fase stabilisasi. Bidang sesar yang sempat terdistorsi, perlahan telah terkunci kembali pada posisi setimbangnya. Sehingga, potensi munculnya gempa dengan magnitudo merusak semakin kecil.

"Fenomena ini adalah siklus alamiah yang menentramkan, menunjukkan bahwa kondisi tektonik di bawah bumi Flores kian hari kian aman dan pulih dari gejolak energi utama," tutur Daryono.

Masyarakat Flores diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penurunan grafik aktivitas seismik yang konsisten ini menjadi bukti ilmiah bahwa ancaman gempa besar susulan terus berkurang.

Baca juga : Gempa Susulan Berkurang, Status Darurat Bencana NTT Diperpanjang

"Warga dapat secara bertahap kembali beraktivitas dengan nyaman, sembari tetap menjaga kesiapsiagaan dan memastikan struktur bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman," pungkas Daryono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense