BREAKING NEWS
 

Bekali Pengawas Tentang Wawasan AI

Bawaslu Mulai Antisipasi Deepfake Di Pemilu 2029

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 6 September 2026 06:50 WIB
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty. (Foto: Dok. Bawaslu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai membekali jajaran pengawas dengan pemahaman mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan teknologi tersebut pada Pemilu 2029.

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan, penguatan kapasitas jajaran pengawas menjadi langkah awal untuk memahami cara kerja AI sekaligus pemanfaatannya dalam pengawasan pemilu. Dia mengatakan, AI berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan siber.

"Salah satunya penggunaan teknologi deepfake untuk menyebarkan disinformasi. Ini yang sedang Bawaslu lakukan, membekali jajaran pengawas kami di bawah. Jadi, capacity building yang sedang dilakukan saat ini,” kata Lolly, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, penggunaan AI semakin meluas di tengah masyarakat. Di sisi lain, untuk mengantisipasi penyalahgunaan AI pada Pemilu 2029, Lolly mendorong adanya regulasi yang secara khusus memberikan kewenangan kepada Bawaslu untuk mengawasi pemanfaatan teknologi tersebut dalam proses pemilu.

“Saya meyakini pembuat undang-undang juga melihat persoalan ini sehingga ke depan tentulah ada upaya untuk bisa memberikan kewenangan terhadap Bawaslu dalam mengatasi atau melakukan pengawasan penggunaan AI misalnya,” ujarnya.

Baca juga : Gerindra Jawa Timur Tidak Mau Terlena

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Puadi menilai perkembangan AI menjadi tantangan baru bagi demokrasi di Indonesia. Menurutnya, pengawasan pemilu harus mampu beradaptasi dengan dinamika ruang digital yang semakin kompleks.

Puadi mengatakan, kemajuan teknologi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi politik, hingga berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Namun, di balik manfaat tersebut, ruang digital juga menghadirkan berbagai ancaman, mulai dari hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, hingga penggunaan AI untuk menghasilkan konten yang sulit dibedakan dari kenyataan.

Adsense

“Yaitu, berupa hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten yang sulit dibedakan dengan kenyataan,” ujar Puadi dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect bertema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Puadi, pengawasan pemilu tidak lagi cukup hanya dilakukan di lapangan. Bawaslu juga harus mampu menjangkau ruang digital yang semakin kompleks dan dinamis.

Baca juga : DHE SDA Bisa Parkir Di Bank Swasta, Likuiditas Himbara Tetap Aman

Karena itu, Bawaslu perlu terus melakukan transformasi kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

“Berbagai sistem informasi dan layanan digital harus dikembangkan untuk memperkuat fungsi pencegahan, pengawasan, penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Puadi berharap transformasi digital mampu mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Untuk itu, dia mengajak perguruan tinggi dan generasi muda terlibat aktif dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas.

“Melalui program Bawaslu Campus Connect, Bawaslu ingin membangun ruang kolaborasi dengan dunia akademik, tidak hanya sebagai forum sosialisasi, tetapi juga sebagai wadah dialog, riset, inovasi, serta pengembangan berbagai solusi untuk memperkuat kualitas demokrasi Indonesia,” katanya.

Baca juga : Pram Gelar Apel Siaga & Siapkan 29 Tangki Air

Puadi juga mengajak mahasiswa menjadi agen literasi digital, pengawas partisipatif, sekaligus calon pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan kualitas demokrasi tetaplah manusia yang menggunakannya, integritas yang menjaganya, serta partisipasi masyarakat yang mengawalnya,” tegasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense