Dark/Light Mode

Soroti Situasi Global, Prabowo: Kami Tak Masuk Aliansi Militer Mana Pun

Sabtu, 5 September 2026 08:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memastikan sikap politik luar negeri Indonesia tetap nonblok di tengah situasi global saat ini. Karena itu, Indonesia tidak akan bergabung dengan aliansi militer mana pun.

Menurut Prabowo, Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan seluruh negara, termasuk berbagai kekuatan besar dunia, tanpa berpihak kepada satu kelompok untuk menghadapi kelompok lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026).

Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam forum ekonomi yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai kawasan tersebut.

Prabowo mengatakan keterbukaan dalam membangun hubungan dengan negara lain telah menjadi bagian dari kebijakan yang dijalankan Indonesia selama beberapa dekade.

Indonesia, kata dia, selalu berupaya menjaga hubungan baik dengan seluruh negara dan kekuatan besar dunia dengan tetap mempertahankan prinsip politik luar negeri yang independen.

Baca juga : Kunjungi Jokowi Di Solo, PM Timor Leste Disuguhi Kwetiau & Onde-onde

“Berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” tegasnya.

Dalam bidang ekonomi, Prabowo juga menegaskan Indonesia tetap mempertahankan sikap independen sekaligus membuka ruang kerja sama dengan seluruh mitra.

Indonesia, menurut dia, ingin membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan serta menawarkan perdagangan yang adil kepada setiap negara yang ingin menjalin kemitraan.

“Kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami,” kata Prabowo.

Ia menegaskan keterbukaan Indonesia tidak berarti Jakarta akan bergabung dengan satu kelompok tertentu untuk menghadapi kepentingan kelompok lainnya.

Indonesia, kata Prabowo, akan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada setiap negara yang datang untuk membangun kerja sama.

Baca juga : Prabowo-Putin Saling Memuji

“Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” lanjut Presiden.

Sementara itu, Putin menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global sebagai salah satu negara terbesar di dunia sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar.

Menurut Putin, posisi Indonesia perlu diperhitungkan dalam setiap dinamika dan kebijakan yang berkembang di berbagai belahan dunia.

“Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai sikap Indonesia yang tidak berpihak kepada aliansi militer mana pun sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Menurut dia, Indonesia perlu menjaga hubungan baik dengan Rusia tanpa mengabaikan peluang kerja sama dengan negara-negara lain agar tetap memiliki ruang untuk menentukan sikap secara mandiri.

Baca juga : Gertakan Terbaru Presiden AS: Selat Hormuz Jadi Selat Trump

“Saya berharap pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik di bidang ekonomi, energi, investasi, pendidikan, teknologi, maupun sektor strategis lainnya,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (4/9/2026).

Kerja sama tersebut, menurut Dave, tidak hanya harus memberikan manfaat langsung bagi Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

“Kita ingin setiap kerja sama yang dibangun dapat memperkuat ketahanan nasional, membuka peluang bagi masyarakat, dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri serta terbuka dalam menghadapi perubahan dunia,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Paramadina Mohammad Riza Widyarsa menilai sikap nonblok menjadi salah satu prinsip yang melekat dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.

Menurut dia, keputusan Indonesia untuk tidak bergabung dengan aliansi militer tertentu penting untuk menjaga fleksibilitas dan ruang gerak diplomasi Indonesia.

“Bergabung dengan aliansi tertentu berpotensi membatasi kemampuan Indonesia dalam membangun hubungan dengan berbagai negara yang memiliki kepentingan dan posisi geopolitik berbeda,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (4/9/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.