BREAKING NEWS
 

Karhutla Kalbar Terjang 1,7 Juta Warga, WVI Salurkan Masker dan Air Bersih

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 5 September 2026 07:57 WIB
Tim Wahana Visi Indonesia (WVI) mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak bencana karhutla dan kekeringan di Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). WVI menerjunkan tim tanggap bencana hingga Oktober 2026 untuk membagikan air bersih, masker N95/KN95, serta memantau kondisi kesehatan anak-anak dari ancaman ISPA akibat kabut asap. (Foto: Dok. WVI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang melanda Provinsi Kalimantan Barat kian mengancam keselamatan warga, khususnya kelompok anak-anak.

Organisasi kemanusiaan Wahana Visi Indonesia menerjunkan tim tanggap bencana hingga Oktober 2026 untuk merespons krisis lingkungan dan kesehatan yang berdampak pada lebih dari 1,7 juta jiwa di wilayah tersebut.

Respons darurat ini difokuskan di lima kabupaten, yakni Kubu Raya, Landak, Sintang, Bengkayang, dan Sekadau.

Baca juga : Gambut Jadi Tantangan, Pemerintah Perkuat Pasukan Darat Tangani Karhutla Kalbar

Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Tebelian per 24 Agustus 2026, konsentrasi partikulat PM2.5 di wilayah tersebut sempat menyentuh angka 285 µg/m³ atau masuk dalam kategori sangat berbahaya.

Selain memicu ISPA dan sesak napas pada anak-anak, kemarau panjang yang menyertai karhutla memicu krisis air bersih hingga membuat sejumlah keluarga hanya mampu mandi satu kali dalam dua hari.

Adsense

Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora, menyatakan keprihatinannya atas dampak buruk yang harus ditanggung masyarakat setempat.

Baca juga : Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4–8 September

“Kami turut prihatin dengan dampak kabut asap dan karhutla yang dialami masyarakat Kalimantan Barat, khususnya anak-anak. Udara yang tidak sehat dan krisis air bersih bisa berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan nyawa mereka. Fokus kami adalah memastikan hak anak atas kesehatan dan kehidupan yang layak. Kami berterima kasih untuk pihak-pihak yang telah menghubungi kami langsung untuk ikut menyalurkan bantuan masker dan dukungan air bersih,” ujar Angelina dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Hingga 31 Agustus 2026, WVI telah mendistribusikan sekitar 10.000 masker standar N95/KN95 serta 16.000 liter air bersih. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi bersama BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, gereja lokal, dan komunitas warga.

Sektor intervensi mencakup dua pilar utama: bantuan kesehatan darurat serta edukasi, dan langkah advokasi lintas pemerintah daerah untuk memperketat pemantauan kesehatan anak-anak di wilayah pendampingan.

Baca juga : Kemenhut Sanksi 5 Perusahaan Imbas Karhutla Kalbar, Ini Nama-Namanya

Humanitarian & Emergency Affairs Specialist WVI, Ronny Ichwan, mengungkapkan bahwa gangguan pernapasan menjadi ancaman paling nyata di lapangan saat ini.

“Di lapangan, sesak napas menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami anak-anak akibat kabut asap, dan temuan kami sudah ada puluhan kasus anak terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, respons bencana kami memprioritaskan distribusi masker dan air bersih, edukasi kesehatan, serta pemantauan langsung kondisi kesehatan anak-anak dampingan, agar dampak jangka panjangnya bisa diminimalkan,” kata Ronny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense