Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4–8 September
Sabtu, 5 September 2026 03:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4–8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi asap yang masih pekat, meski penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut terus menunjukkan penurunan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Barat masih menghadapi persoalan asap, terutama karena karakteristik lahan gambut.
Menurutnya, api di sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan, tetapi asap masih bertahan.
Baca juga : Menhut: Keikhlasan Keluarga Jadi Kekuatan Manggala Agni Hadapi Karhutla
“Jadi memang terjadi penurunan. Meskipun sangat pekat ini asapnya, kabutnya ini bisa-bisa selesai nanti kalau setelah datang hujan yang deras. Mudah-mudahan ini tanggal 4 September 2026, informasinya Pak Menteri itu sampai tanggal 10 kita bisa lakukan OMC,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Pontianak, Jumat (4/9/2026).
Suharyanto mengatakan hujan deras diharapkan dapat membantu mengatasi kondisi asap tersebut.
Untuk memanfaatkan peluang hujan, BNPB merencanakan pengerahan dua pesawat Cassa untuk melaksanakan OMC di Kalimantan Barat.
“Untuk Kalimantan Barat kami rencanakan untuk dua unit pesawat Cassa ini untuk melaksanakan OMC. Asap itu biasanya hanya oleh hujan, gitu ya. Apinya sudah padam, tetapi asapnya ini yang mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar Suharyanto.
Baca juga : BAZNAS Terjunkan Tim Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan terdapat potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada 4–8 September yang akan dimaksimalkan untuk pelaksanaan OMC.
Ia menegaskan, setiap bibit awan yang memungkinkan untuk disemai akan dimanfaatkan, termasuk di wilayah yang belum terdampak karhutla.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembasahan sekaligus menjaga tinggi muka air tanah.
“Alhamdulillah tadi dengan BMKG ada potensi awan hujan di Kalimantan Barat ini dari tanggal 4 sampai tanggal 8. Tadi Pak Danlanud sudah sepakat, sampai tengah malam pun kalau potensi awan hujan ada, jalan,” ujar Raja Juli.
Baca juga : APHI Dukung Inpres Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar
Menhut juga memastikan dukungan pesawat untuk pelaksanaan OMC tetap disiagakan hingga 13 September.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar setiap peluang pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk membantu penanganan karhutla maupun mencegah munculnya kebakaran baru.
“Di mana pun ada bibit awan gitu ya, semainya, meskipun tidak langsung terkait dengan lokasi terjadinya karhutla, kita hajar. Pembasahan, meninggikan tinggi muka air tanah, supaya sekali lagi tidak akan terjadi kebakaran,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya