RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim 20 talenta muda Indonesia untuk berlaga dalam WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026. Mereka merupakan siswa dan alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terpilih melalui proses seleksi dan pembinaan untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi keterampilan tingkat dunia.
Pelepasan kontingen Indonesia dilakukan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq bersama Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Direktur SMK Arie Wibowo Khurniawan, para expert, perwakilan balai besar pelatihan vokasi dan produktivitas, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, serta sejumlah mitra yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Para peserta akan berlaga dalam 17 bidang keahlian. Sebelum berangkat ke Shanghai, mereka telah menjalani pembinaan dan pelatihan secara intensif dalam waktu panjang. Ada peserta yang ditempa selama enam bulan, sembilan bulan, bahkan hingga satu tahun.
Wamen Fajar mengatakan, 20 talenta yang diberangkatkan merupakan peserta yang telah melewati proses seleksi ketat. Mereka mendapat kesempatan mewakili Indonesia setelah melalui tahapan untuk memilih talenta terbaik.
"Saya percaya kontingen Indonesia di Shanghai akan menunjukkan hasil yang terbaik untuk bangsa," kata Fajar.
Fajar meminta para peserta memanfaatkan kesempatan di Shanghai bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga belajar dari talenta dan perkembangan keterampilan dari berbagai negara. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dibawa pulang dan dikembangkan di Indonesia.
Baca juga : Pemulihan Pendidikan di NTT, 187 Bantuan Revitalisasi dan 672 RKS Mulai Berjalan
"Apa yang telah dicapai di Shanghai, apa yang telah dilihat dan dipelajari di Shanghai, itu perlu ditularkan dan disebarkan di Indonesia, terutama di komunitas masing-masing," ujarnya.
Fajar juga berharap capaian Indonesia pada WSC Shanghai 2026 dapat lebih baik dibandingkan keikutsertaan sebelumnya di Lyon, Prancis, pada 2024. Saat itu, Indonesia berada di posisi ke-11. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi yang terbaik setelah Singapura.
Menurut Fajar, kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi talenta Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Dirjen Tatang mengatakan persiapan kontingen telah dilakukan secara serius dan dalam waktu panjang. Prosesnya tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan mental dan kedisiplinan peserta.
"Teknisnya dilatih, mentalnya dikuatkan, kedisiplinannya dibentuk. Bahkan satu detik dan satu milimeter pun diperhitungkan," ujar Tatang.
Tatang mengingatkan peserta agar tidak menjadikan medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, pengalaman, teknologi, dan standar keterampilan yang diperoleh selama kompetisi juga menjadi bekal penting.
"Jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, pulanglah membawa teknologi, pulanglah membawa standar ini," tegasnya.
Baca juga : SMPN 16 Medan Bangkit Pascabanjir, Guru-Murid Kembali Belajar Tanpa Khawatir
Pengalaman tersebut, lanjut Tatang, diharapkan tidak berhenti pada para peserta. Pengetahuan yang mereka dapatkan di Shanghai perlu menjadi pembelajaran bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
"Kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di Tanah Air," katanya.
Tatang juga meminta para peserta bertanding dengan percaya diri, fokus, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas. Mereka diminta membawa nama Indonesia dan menunjukkan kemampuan terbaik di panggung dunia.
"Kalian tidak berangkat untuk sekadar ikut bertanding. Kalian berangkat untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu," ujarnya.
Apa Itu WorldSkills?
WorldSkills Competition bisa disebut sebagai "Olimpiade keterampilan kerja" tingkat dunia. Bedanya, yang dipertandingkan bukan olahraga, melainkan kemampuan vokasi dan keahlian teknik.
Kompetisi ini digelar setiap dua tahun dan mempertemukan talenta muda dari berbagai negara untuk menguji kemampuan mereka dalam bidang keahlian masing-masing.
Peserta tidak hanya dituntut menguasai teori. Mereka harus menyelesaikan pekerjaan secara langsung dengan memperhatikan ketepatan, kecepatan, kreativitas, kualitas, dan keselamatan kerja sesuai standar dunia.
Baca juga : Kemendikdasmen Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti untuk Murid lewat SEAMEO RECFON
WorldSkills Shanghai 2026 merupakan penyelenggaraan ke-48. Kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 22-27 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai, China.
Lebih dari 1.400 kompetitor dari 73 negara dan wilayah dijadwalkan berkompetisi dalam 64 bidang keterampilan. Bidang yang dipertandingkan mencakup berbagai keahlian. Mulai dari teknologi, manufaktur, konstruksi, otomotif, kelistrikan, mengelas dalam air, hingga bidang digital dan jasa.
Kompetisi ini menjadi kesempatan mengukur kemampuan talenta SMK dengan peserta dari berbagai negara. Sekaligus melihat perkembangan teknologi dan standar keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
Pengetahuan dan pengalaman dari ajang tersebut diharapkan dapat dibawa pulang untuk memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan begitu, kompetensi lulusan SMK semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu bersaing di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.