Dark/Light Mode

Tiga Pekan Pascagempa, 1.931 Sekolah di NTT Kembali Beraktivitas

Minggu, 6 September 2026 12:58 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga pekan setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), layanan pendidikan di daerah terdampak mulai berangsur pulih.

Sebanyak 1.931 satuan pendidikan dengan 171.476 murid kini kembali melaksanakan pembelajaran, meski sebagian masih menggunakan ruang kelas darurat dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemulihan layanan pendidikan untuk memastikan hak belajar warga sekolah tetap terpenuhi dengan menyesuaikan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, perkembangan pemulihan layanan pendidikan pascagempa di NTT menunjukkan tren positif.

Dari 1.931 satuan pendidikan yang telah kembali melaksanakan pembelajaran, sebanyak 1.504 satuan pendidikan menggunakan sekolah darurat, 392 satuan pendidikan menerapkan PJJ, dan 35 satuan pendidikan telah kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Baca juga : Jasaraharja Putera Bayarkan Santunan Korban Gempa Flores Rp 72,5 Juta

Hingga 3 September 2026, Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat ke sejumlah wilayah terdampak.

Bantuan tersebut terdiri atas delapan tenda untuk Kabupaten Manggarai Barat, 28 tenda untuk Kabupaten Manggarai, 27 tenda untuk Kabupaten Manggarai Timur, 17 tenda untuk Kabupaten Nagekeo, tujuh tenda untuk Kabupaten Ngada, delapan tenda untuk Kabupaten Sikka, dan lima tenda untuk Kabupaten Ende.

Selain menyediakan ruang belajar darurat, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung pemulihan warga sekolah terdampak.

Bantuan tersebut berupa 5.500 school kit, 500 paket sembako, 9.500 bingkisan anak, 1.500 family kit, dan 9.500 buku bacaan yang didistribusikan ke Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Kemendikdasmen juga telah menyalurkan bantuan awal senilai Rp 1,1 miliar untuk mendukung pembersihan lokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Baca juga : Tidak Boleh Pelit Ke Korban Gempa

Selain itu, santunan senilai Rp 47 juta diberikan kepada murid dan guru yang meninggal dunia maupun mengalami cedera akibat gempa.

“Penyediaan ruang belajar darurat dan seluruh bantuan yang diberikan merupakan upaya kami untuk memastikan anak-anak NTT tetap mendapatkan haknya untuk belajar di tengah situasi pascagempa. Selain itu, kami juga terus melakukan pendataan terkait kebutuhan revitalisasi untuk sekolah-sekolah terdampak dan menguatkan pos-pos pendidikan di setiap kabupaten,” ungkap Abdul Mu’ti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Memasuki masa transisi pembelajaran, Kemendikdasmen berkomitmen melanjutkan pemulihan layanan pendidikan dengan memastikan kebutuhan dasar satuan pendidikan terdampak terpenuhi.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan ruang belajar darurat, peningkatan mutu layanan pendidikan, pendampingan psikososial, perbaikan sanitasi, serta asesmen terhadap kelayakan bangunan sekolah.

Untuk ruang kelas darurat, Kemendikdasmen berupaya memenuhi kebutuhan 3.763 unit ruang kelas sekaligus meningkatkan mutu layanan pembelajaran di 1.504 sekolah yang masih menggunakan fasilitas darurat.

Baca juga : Peduli Korban Gempa NTT, Inalum Salurkan Bantuan & Terjunkan Relawan

Selain penyediaan sarana pendidikan, pendampingan psikososial akan diberikan kepada 822 sekolah untuk membantu memulihkan rasa aman dan nyaman bagi warga sekolah.

Di sektor sanitasi, Kemendikdasmen akan melakukan perbaikan darurat terhadap 2.294 unit toilet guna memastikan lingkungan belajar menjadi aman, sehat, dan layak bagi warga sekolah.

Kemendikdasmen juga akan melaksanakan asesmen teknis terhadap kelayakan bangunan sekolah terdampak.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bangunan yang kembali digunakan memenuhi aspek keamanan dan kelayakan.

“Layanan pendidikan harus bangkit dan kembali membangun kebahagiaan dan harapan anak-anak NTT menatap masa depan yang jauh lebih baik. Dengan kerja keras dan partisipasi semesta dari seluruh pihak, kami berharap seluruh layanan pendidikan yang terdampak gempa di NTT akan berangsur pulih dengan cepat,” pungkas Abdul Mu’ti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.