Sebelumnya
Untuk kontra propaganda, kata Boy, umumnya dipertontonkan oleh kelompok-kelompok radikalisme teror intoleran. Parahnya, kegiatan ini bukan saja dilakukan oleh kelompok yang menetap di Indonesia, melainkan juga di lakukan oleh kelompok luar. "Untuk mencegah itu kami membangun yang disebut sebagai komunitas pecinta damai," jelasnya.
Boy mengaku, saat ini sudah ada 13 provinsi yang merupakan jejaring diseminasi informasi dari BNPT. Harapannya ini akan menjadi simpul-simpul masyarakat yang bertujuan sebagai diseminasi informasi kontra propaganda. "Terlebih yang dilakukan oleh pihak-pihak luar yang dengan sengaja menyebarluaskan paham-paham radikalisme terorisme," bebernya.
Baca juga : Anggaran PEN UMKM Baru Terserap 0,20 Persen
Untuk kontra ideologi, Boy melihat, wujud terorisme hari ini cenderung mengadopsi ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka menggunakan paham-paham yang disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu yang dibawa dari luar Indonesia.
"Sebagian dari mereka berhasil mendapatkan pengikut di negara kita. Bahkan di antara mereka mengajak sebagai foreign teroris fighter (FTF) di luar negeri," papar Boy.
Baca juga : Teroris Manfaatkan Momentum Corona Untuk Rekrut Anggota
Menurut data BNPT, ada 1000 masyarakat Indonesia yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk dibaiat sebagai FTF. Namun bukan kesejahteraan yang mereka dapatkan, melainkan ada yang ditahan di camp penahanan dan camp pengungsian. "Saya dapat informasi di antara mereka juga ada yang meninggal dunia," cetusnya.
Soal deradikalisasi, menurut Boy, bisa dimulai ketika seseorang dinyatakan sebagai tersangka. Ketika mereka di lapas, BNPT menyelipkan program pembekalan kemampuan seperti bertani, beternak, dan mekanik.
Baca juga : Yakin Aman dari Corona, Serena Nggak Sabar Main di US Open
Ini sebagai langkah mempersiapkan mereka bila selesai menjalani hukuman langsung bisa menjalankan berbagai aktivitas yang bisa membantunya meningkatkan kesejahteraan hidup, juga menjaujkan dari segala aktivitas teror sebelumnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.