BREAKING NEWS
 

Siapkan Talenta-talenta Intelijen Negara Berkelas Dunia

BIN Poles STIN Jadi World Class University

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 11 September 2020 07:39 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan (kedua kiri) menunjukkan denah sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) kepada Ketua DPR Puan Maharani dan eks Kepala BIN AM Hendropriyono di acara Inagurasi Peningkatan statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Sentul Bogor, Rabu (9/9). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Budi Gunawan mengatakan, STIN memiliki beberapa fase menuju one of leading intelligence universitas in Asia di tahun 2035. Fase pertama, pada periode (2020 - 2025) yaitu pengembangan STIN dengan membuka program studi intelijen spesifik menuju world class in telligence education.

Fase kedua, periode (2025 - 2030) STIN akan membangun universitas intelijen dengan program studi dan fakultas yang dibutuhkan menuju integrated and holistic intelligence education. Fase ketiga, periode (20302035) STIN siap membangun universitas intelijen yang unggul dalam bidang pendidikan dan sumber daya menuju one of leading intelligence universitas in Asia.

Terkait peresmian patung Bung Karno, Budi Gunawan menjelaskan, sosok Bung Karno sebagai bapak proklamasi berhasil menginspirasi STIN untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan intelijen terbaik yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, serta mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan landasan ideologi Pancasila.

Baca juga : Rektor: Dengan Kerja Ikhlas, UIN SGD Mampu Raih World Class University

Patung yang berdiri gagah di halaman gedung utama STIN ini akan menjadi identitas STIN. Diharapkan, para taruna dan taruni STIN mampu mengimplementasikan jasa-jasa Bung Karno agar menciptakan gelombang perubahan ke arah yang lebih baik.

“Bapak Proklamator kita, Bung Karno sebelum membacakan teks Proklamasi berpesan, hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya. Hal ini dapat dimaknai bahwa Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan maju, apalagi SDM Indonesia mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bangga dengan jati diri kebudayaannya, hadir sebagai bangsa yang mandiri serta mempunyai visi yang jauh ke depan,” jelasnya.

Acara ini dihadiri Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Seskab Pramono Anung, Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, MenpanRB Tjahjo Kumolo, eks Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, Ketua komisi l DPR Meutia Hafid, Irjen Kemenkumham Andap Budi Revianto, Sesmenko Polhukam Mayjen TNI (Purn) Tri Soewandono, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Kepala LAN Adi Suryanto, Danjen Kopassus Brigjen TNI Mohamad Hasan, Komandan Korps Brimob Irjen Anang Revandoko, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Komandan Korps Paskas TNI AU Marsma TNI Eris Widodo Yuliastono. Mereka juga mendapatkan warga kehormatan dari STIN.

Baca juga : PSSI Tetapkan Final Kedua Piala Indonesia Berlangsung di Makassar

Dalam kesempatan itu, Budi Gunawan mengajak tamu undangan meninjau fasilitas pendidikan yang ada di STIN. Fasilitas yang ditinjau diantaranya museum dan Intelligence Knowledge Center and Elibrar.

Ketua DPR Puan Maharani mengapresiasi langkah maju yang dilakukan STIN di bawah arahan Budi Gunawan. Puan menyebut BIN memang harus berbenah, mengingat Indonesia adalah bangsa yang besar sehingga upaya deteksi dini ancaman kedaulatan negara perlu disiapkan secara matang.

“Intelijen negara berperan dalam me lalukan deteksi dini sehingga dapat menangkal segala ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman tersebut dapat merupakan ancaman nasional, ekonomi, budaya, politik dan militer baik dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu, dalam melaksanakan intelijen diperlukan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan khusus dengan karakteristik khusus dalam mengamankan kepentingan nasional,” kata Puan, dalam sambutannya.

Baca juga : Kurang Kompak

Puan yang juga merupakan keluarga besar Bung Karno ini, siap mendukung penuh langkah BIN mel kukan pembaruan STIN. Puan berharap Sekolah khusus intelijen ini dapat melahirkan prajurit yang siap mewujudkan negara yang aman. “Sudah seharusnya intelijen Indonesia berdiri sejajar dengan intelijen negara-negara maju lainnya,” tutup Puan. [RCH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense