BREAKING NEWS
 

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Benny Susetyo

Hari Santri: Menjaga Kemajemukan Dan Membangun Nilai Kemandirian Bangsa

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 23 Oktober 2020 09:11 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanggal 22 Oktober 2020 merupakan momen penting dan penuh dengan histori perjuangan, karena bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Disebut sebagai histori perjuangan, tidak lepas dari sejarah perjuangan para santri melawan dan mengusir penjajah, dengan lahirnya Resolusi Jihad yang difatwakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Peringatan Hari Santri sebagai wujud dari nilai-nilai perjuangan bangsa, amat berperan dalam merebut kemerdekaan kita ini di wujudkan seruan jihad 10 November di Surabaya.

Baca juga : Puan: Peringatan Hari Santri Momentum Jaga Persatuan Dan Gotong Royong

Kiai Hasjim Asy’ri dan para pendiri NU mengeluarkan fatwa, bahwa membela negara adalah bagian dari Jihad Fisabillah.

Para santri pun ikut serta dalam perang 10 November di Surabaya untuk membela negara Indonesia. Banyak santri yang gugur dalam peristiwa tersebut.

Baca juga : Wamenag Jelaskan Kontribusi Santri pada Bangsa

Hingga saat ini, 10 November dikenang sebagai hari pahlawan. Nilai-nilai dalam perwujudan cinta Tanah Air dan persaudaraan kebangsaan ini, merupakan internalisasi dalam pendidikan pondok pesantren.

Pondok Pesantren mempunyai kontribusi yang nyata dalam pembangunan pendidikan. Karena pesantren memiliki pengalaman yang luar biasa, dalam membina dan mengembangkan karakter masyarakat.

Baca juga : Komisi VIII: Perempuan Dan Anak Adalah Kunci Kemajuan Bangsa

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang khas dengan Tri Dharma Pesantren. Pertama, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kedua, pengembangan keilmuan yang bermanfaat. Ketiga, pengabdian kepada masyarakat, agama, dan negara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense