RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah perlu segera merealisasikan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara Ultra Mikro (BUMN UMi). Sebab, kehadirannya bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, konsep holding BUMN sebagai salah satu cara untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, sebenarnya sudah ada sejak lama. Tepatnya sejak Tanri Abeng menjadi Menteri BUMN pada 1998.
Kala itu, Tanri Abeng menawarkan konsep Super Holding Company untuk memaksimalkan potensi perusahaan pelat merah. Sekaligus untuk membangkitkan ekonomi dari krisis yang melanda waktu itu. Menurut Toto, konsep holding company yang disebut Tanri Abeng itulah yang menjadi fondasi Kementerian BUMN sekarang ini.
Baca juga : Yasonna: Semoga Pemulihan Ekonomi Nasional Bisa Dikebut
“Idenya membentuk holding sektoral, supaya value creation lebih bisa diimplementasikan. Konsep dasarnya, nilai holding akan lebih besar dibandingkan BUMN berdiri sendiri,” ujar Toto di Jakarta, kemarin.
Rencana pembentukan holding BUMN UMi sudah bergulir sejak tahun lalu. Pembentukannya untuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). BUMN yang akan dilibatkan dalam holding BUMN UMi yakni, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Holding ini ditargetkan terbentuk pada 2021.
Toto menuturkan, melalui pembentukan holding, efisiensi dan optimalisasi pendapatan akan dialami perusahaan-perusahaan yang terlibat. Akan ada segmentasi atau pembagian kerja yang lebih jelas antar BUMN di-holding tersebut.
Baca juga : Gaikindo : Relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah Perkuat Produksi otomotif
Di hulu, papar Toto, akan ada BRI yang memberikan akses kredit di UMKM. Sementara, Pegadaiaan ada di ring tengah sebagai intermediaries yang menyalurkan kredit kecil sekaligus menerima gadai kelompok grass root. “Nah, PNM bisa menjadikan posisinya sebagai coach atau instruktur pemberdayaan pada segmen ultra mikro dan segmen kecil. Jadi, segmen ini bisa lebih berdaya,” jelasnya.
Toto menilai, momentum Pemerintah berencana membentuk holding BUMN UMi saat ini, ini tepat waktu.
Alasannya, masih ada puluhan juta pelaku UMKM yang hingga kini belum mendapat pelayanan keuangan dari lembaga formal. Keterbatasan ini membuat pelaku usaha mikro dan ultra mikro terhambat berkembang. Menurutnya, kehadirannya akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi.
Baca juga : Keberhasilan Vaksinasi Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi
“Kehadiran holding BUMN UMi ini akan membuat semakin banyak pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang naik kelas,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.