Dark/Light Mode

Banyak Pelaku UMKM Bakal Naik Kelas

Holding UMi Percepat Pemulihan Ekonomi...

Jumat, 26 Februari 2021 05:32 WIB
Logo Kementerian BUMN. (Foto : Istimewa).
Logo Kementerian BUMN. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah perlu segera merealisasikan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara Ultra Mikro (BUMN UMi). Sebab, kehadirannya bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Pengamat BUMN dari Uni­versitas Indonesia (UI) Toto Pra­noto mengatakan, konsep holding BUMN sebagai salah satu cara untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, sebenarnya sudah ada sejak lama. Tepatnya sejak Tanri Abeng menjadi Men­teri BUMN pada 1998.

Kala itu, Tanri Abeng me­nawarkan konsep Super Holding Company untuk memaksimalkan potensi perusahaan pelat merah. Sekaligus untuk membangkitkan ekonomi dari krisis yang me­landa waktu itu. Menurut Toto, konsep holding company yang disebut Tanri Abeng itulah yang menjadi fondasi Kementerian BUMN sekarang ini.

Baca juga : Yasonna: Semoga Pemulihan Ekonomi Nasional Bisa Dikebut

“Idenya membentuk hold­ing sektoral, supaya value creation lebih bisa diimplementasikan. Konsep dasarnya, nilai hold­ing akan lebih besar dibandingkan BUMN berdiri sendiri,” ujar Toto di Jakarta, kemarin.

Rencana pembentukan holding BUMN UMi sudah bergulir se­jak tahun lalu. Pembentukannya untuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Me­nengah (UMKM). BUMN yang akan dilibatkan dalam holding BUMN UMi yakni, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Holding ini ditarget­kan terbentuk pada 2021.

Toto menuturkan, melalui pembentukan holding, efisiensi dan optimalisasi pendapatan akan dialami perusahaan-pe­rusahaan yang terlibat. Akan ada segmentasi atau pembagian kerja yang lebih jelas antar BUMN di-holding tersebut.

Baca juga : Gaikindo : Relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah Perkuat Produksi otomotif

Di hulu, papar Toto, akan ada BRI yang memberikan akses kredit di UMKM. Sementara, Pegadaiaan ada di ring tengah sebagai intermediaries yang me­nyalurkan kredit kecil sekaligus menerima gadai kelompok grass root. “Nah, PNM bisa menjadi­kan posisinya sebagai coach atau instruktur pemberdayaan pada segmen ultra mikro dan segmen kecil. Jadi, segmen ini bisa lebih berdaya,” jelasnya.

Toto menilai, momentum Pe­merintah berencana membentuk holding BUMN UMi saat ini, ini tepat waktu.

Alasannya, masih ada puluhan juta pelaku UMKM yang hingga kini belum mendapat pelayanan keuangan dari lembaga for­mal. Keterbatasan ini membuat pelaku usaha mikro dan ultra mikro terhambat berkembang. Menurutnya, kehadirannya akan membantu mempercepat pemu­lihan ekonomi.

Baca juga : Keberhasilan Vaksinasi Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

“Kehadiran holding BUMN UMi ini akan membuat semakin banyak pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang naik kelas,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.