Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rayakan Hari Jadi Ke-72 Tahun

Bos Garuda Kejar Pemulihan Kinerja

Kamis, 28 Januari 2021 05:02 WIB
HUT ke-72, maskapai nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus bertemakan
HUT ke-72, maskapai nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus bertemakan "Cinta Indonesia" pada armada B737-800 NG yang menampilkan beragam berbagai ornamen dan ciri khas Indonesia. (Foto : Dok. Garuda Indonesia).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memperingati hari jadinya yang ke-72 tahun. Pada momen ini, maskapai pelat merah itu bertekad kembali bangkit dari keterpurukan akibat hantaman pandemi Covid-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, bukan hal yang mudah bagi maskapai nasional untuk bisa bertahan selama 7 dekade. Banyak tantangan dan hambatan yang telah dilalui.

Irfan menargetkan, tahun ini bisa memperbaiki operasional penerbangan dan kinerja bisnis. Kalau bisa melebihi apa yang dicapai pada 2019.

“Pada 2020 pendapatan Ga­ruda Indonesia hanya 50 persen dari pendapatan di 2019. Karena itu di 2021 harus menjadi lebih baik,” tutur Irfan dalam keterangan resminya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Hari Jadi ke 50 tahun, Combiphar Akuisisi Air Mancur Group

Irfan menegaskan, pihaknya akan tetap konsisten menghadirkan layanan penerbangan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi para peng­guna jasa Garuda Indonesia.

“Kepercayaan dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia tentunya sangat berarti bagi kami. Untuk itu, kami akan senantiasa menjaga kepercayaan tersebut, dengan selalu menghadirkan layanan terbaik,” tuturnya.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov berharap, di tengah menyusut­nya jumlah penumpang akibat pandemi Covid-19, Garuda tetap bisa bertahan.

“Saya berharap di usia ke-72 ini juga menjadi momen kebang­kitan Garuda sebagai transpor­tasi kebanggaan milik bangsa,” katanya saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : BTN Gelar Lomba Karya Tulis Dan Foto Jurnalistik

Abra menilai, untuk bisa menuju kebangkitan tersebut, Ga­ruda Indonesia bisa menempuh jalur efisiensi. Salah satunya, memangkas biaya operasional, sehingga bisa meminimalisir kerugian.

Alumni Universitas Dipone­goro ini melihat, tren pemulihan di sektor transportasi udara sudah mulai terlihat sejak No­vember 2020. Terutama di rute domestik. Dia yakin, Garuda bisa mempertahankan momen pemulihan angkutan udara penumpang tersebut.

Abra menyarankan, Garuda tetap memaksimalkan bisnis angkutan kargo demi menambah pundi-pundi perseroan.

“Bisnis kargo bisa menjadi alternatif. Apalagi saat ini pengiriman e-commerce dan lo­gistik makin tinggi,” sarannya

Berita Terkait : Empat Hari Pasca Banjir, PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Manado

Berdasarkan publikasi kinerja Garuda di kuartal III-2020, “Si Burung Besi” masih merugi seki­tar Rp 15,2 triliun. Kondisi ini, diprediksi Abra, akan berlanjut di kuartal IV-2020. “Tapi paling tidak efisiensi sudah mampu menekan kerugian yang lebih dalam,” ujarnya.
 Selanjutnya