BREAKING NEWS
 

Ditongkrongi Kapolri

Makassar Kondusif, Teroris Dilumpuhkan

Reporter & Editor :
APRIANTO
Rabu, 31 Maret 2021 07:10 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021). (Foto: Humas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Makassar kembali kondusif dan tenang pasca diguncang bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Minggu (23/3). Namun, Makassar tetap siaga, begitu juga daerah lainnya.

Hal itu terjadi setelah Polri bergerak cepat mengamankan situasi, lalu meringkus berbagai jaringan teroris, menyita berbagai bahan peledak, tak hanya di Makassar, tapi juga dari daerah lainnya.

Kondusifitas yang tercipta, juga cepatnya jaringan teroris diringkus tak lepas dari langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang nongkrongin persoalan ini di TKP dari siang sampai malam, bahkan sampai menginap di Makassar.

Baca juga : Bom Bunuh Diri Makassar Bentuk Penistaan Agama Sesungguhnya

Tak butuh waktu berhari-hari, identitas pelaku bom bunuh diri langsung terungkap. Mereka adalah L dan YSF. Keduanya merupakan pengantin baru. Mereka merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Penangkapan jaringan teroris pun berlanjut ke daerah-daerah lain. Awalnya, ada 5 orang yang diamankan sehari setelah ledakan bom itu. Orangnya terpencar di beberapa daerah. Mulai dari Makassar, NTB, Jakarta, hingga Bekasi.

“Penggeledahan di wilayah Bekasi dan juga Condet kita temukan 5 bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan,” ungkap Listyo di Makassar, Senin (29/3).

Baca juga : MUI: Terorisme Tak Sesuai Ajaran Agama Apa Pun

Hingga, kemarin, total sudah sudah ada sembilan tersangka. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mereka adalah L, YSF, AS, SAS, MR, AA, MM, M, dan MAM. Semuanya punya afiliasi dengan kelompok JAD.

Tiga tersangka di antaranya, lanjut Ahmad, adalah perempuan. Yakni MM, M, dan MAN. MM memberi motivasi kepada Lukman dan Dewi untuk menjalankan aksinya. Sementara M adalah kakak ipar SAS. Ia tahu SAS mengikuti kajian di Villa Mutiara. Terakhir, sosok perempuan berinisial MAN berperan melihat saudara L saat terakhir menggunakan motor berangkat menuju lokasi ledakan.

Dia mengatakan, untuk mencegah terulangnya aksi teror bom bunuh diri, Kapolri mengeluarkan lima perintah untuk seluruh Kapolda. Pertama, melakukan pemetaan terhadap seluruh kelompok radikal di wilayah hukum Polda masing-masing. Perintah kedua, seluruh Polda harus melakukan deteksi dini terhadap aksi teror yang akan dilakukan semua kelompok teror tersebut. Ketiga, seluruh Polda diminta mewaspadai perkembangan dan kegiatan kelompok radikal di Indonesia.

Baca juga : Giring: Kita Tidak Takut, Lawan Aksi Terorisme

“Memetakan kelompok radikal yang pro terhadap intoleransi dan kekerasan dan deteksi dini semua perkembangan kelompok radikal yang terindikasi ke arah teror bom,” kata Ramadhan.

Adsense

Perintah keempat, memaksimalkan fungsi intelijen di masing-masing Polda. Dan, kelima adalah mengoptimalkan koordinasi dengan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense