BREAKING NEWS
 

Korban Meninggal Banjir NTT 117 Orang

Sabar Ya, Pak Jokowi Segera Datang

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 7 April 2021 07:42 WIB
Puing-puing berserakan, jalan ketutup tanah, dan rumah-rumah rusak berat. Inilah kondisi terbaru wilayah Adonara Timur, NTT, usai diterjang dahsyatnya banjir bandang. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Untuk memudahkan proses pencarian, Jokowi juga meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengerahkan alat-alat berat dari berbagai lokasi. Apabila jalur darat sulit ditembus, ia memerintahkan agar akses udara dan laut dibuka.

Kedua, pelayanan kesehatan dan pertolongan medis. Jokowi menerangkan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan mengerahkan tim bantuan medis untuk secepatnya tiba di NTT dan NTB. Termasuk obat-obatan. "Perbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga rumah sakit untuk menangani para korban," instruksi Jokowi ke Budi Gunadi Sadikin.

Ketiga, tangani dan penuhi kebutuhan pengungsi. Mulai dari logistik hingga sanitasi. Sebetulnya, sejak hari pertama bencana pemerintah pusat sudah berupaya mengirimkan bantuan ke lokasi bencana. Namun, terhambat karena cuaca ekstrem. “Saya minta BNPB dan pemerintah daerah segera mendata titik-titik pengungsian serta memastikan logistik, tenda, dan dapur lapangannya," lanjut RI-1.

Baca juga : Jokowi Minta Banjir Bandang Di NTT Dan NTB Segera Ditangani

Kepada Menteri Basuki, Jokowi memberi satu tugas lagi. Yaitu percepat perbaikan infrastruktur penunjang seperti jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana. Tujuannya, agar distribusi bantuan bisa segera sampai ke masyarakat. “Saya melihat ada beberapa jembatan yang roboh, akses jalan, jaringan listrik, telekomunikasi, dan internet. Segera pulihkan!" titah Jokowi.

Keempat, terkait antisipasi dini potensi dampak cuaca ekstrem. Ia meminta BMKG untuk memastikan kepala daerah mendapat akses informasi cuaca dan peringatan dari BMKG. Publikasi harus digencarkan. Agar lebih siap siaga mengantisipasi berbagai ancaman resiko bencana. "Mereka harus tahu semua," tegasnya.

Perihal rencana Jokowi ke NTT, disampaikan Wapres KH Ma’ruf Amin. Menurut Kiai Ma’ruf, harusnya Jokowi sudah dijadwalkan terbang ke NTT, kemarin. Namun, keadaan belum memungkinkan. Sehingga kunjungan ditunda. "Mungkin beliau (ke NTT) diundur beberapa hari lagi," ucap Kiai Ma'ruf ketika memantau vaksinasi Covid-19 di Pariaman, Sumatera Barat, kemarin.

Baca juga : Banjir Di Lembata NTT Tewaskan 11 Orang, 16 Hilang

Sejauh ini, data korban jiwa akibat bencana di NTT masih terus bertambah. Kemarin siang, Doni melaporkan sebanyak 117 orang meninggal dunia dan 76 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Data korban itu merupakan total korban yang tersebar dari 7 kabupaten.

"Untuk yang jasadnya telah ditemukan dalam keadaan meninggal sebanyak 117 orang, sedangkan yang hilang adalah 76 orang," kata Doni, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, kemarin.

Korban paling banyak ada di Kabupaten Flores Timur, yakni 60 orang, hilang 12 orang. Lalu, Kabupaten Lembata, 28 meninggal, 44 hilang. Kabupaten Alor, 21 meninggal, 20 hilang. Kabupaten Belu, 3 meninggal. Kemudian, 2 meninggal di Kabupaten Sabu Raijua dan satu meninggal di Kota Ende. "Kabupaten Kupang dan Kota Kupang masing-masing 1, yang hilang nihil," sambung Doni.

Baca juga : Jangan Sampai Ada PSU Lagi Di Pilkada Kalimantan Selatan

Selain NTT, Doni juga menyampaikan ada 2 korban jiwa akibat banjir di NTB. Tepatnya di Bima. Namun, dia itu belum dapat memastikan berapa jumlah pengungsi saat ini. "Lengkapnya, disusulkan," tandasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense