Sebelumnya
Sedangkan ASN (Aparatur Sipil Negara), TNI dan Polri di Indonesia diperkirakan terdapat 4,3 juta orang yang menerima THR, dimana per orang kurang lebih mendapatkan Rp 5 juta. Selain itu, ada gaji ke-13 yang diterima ASN, TNI dan Polri yang diperkirakan sebesar Rp 5 juta. Potensi konsumsi dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 43 triliun.
“Pemerintah memperkirakan hanya sekitar 70 persen potensi THR tersebut yang akan dipergunakan untuk konsumsi. Angkanya kira-kira sebesar Rp 151,2 triliun,” kata Airlangga.
Baca juga : Preminya Capai Rp 811,71 Miliar, Insurtech Dongkrak Penetrasi Asuransi
Angka tersebut, lanjut Airlangga, meski hanya sebesar dua persen dari total konsumsi rumah tangga nasional, akan tetap cukup tinggi. Dan, diyakininya, mampu menggerakkan perekonomian sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran.
Ekonom dari Perbanas Institute Piter Abdullah mengamini pembayaran THR akan menggerakkan kinerja perekonomian, meskipun tidak terlalu besar.
Baca juga : Jokowi Pantang Mundur
“Motor penggerak yang paling besar itu adalah konsumsi dari kelas menengah ke atas. Tapi sampai saat ini mereka masih wait and see, sehingga pergerakan (konsumsi) masih belum signifikan,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka.
Namun begitu, lanjutnya, pencairan THR bagi karyawan dan PNS, dipastikan mendorong konsumsi dan daya beli di kelas bawah hingga menengah.
Baca juga : THR Lebaran Kerek Kinerja Konsumsi
“Ini tentu akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, meski tidak akan bisa sebesar proyeksi pemerintah,” tegasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.