BREAKING NEWS
 

Bilang “Palestina Bukan Urusan Kita”

Hendropriyono Digoyang Kiri-Kanan

Reporter & Editor :
APRIANTO
Jumat, 21 Mei 2021 07:35 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono. (Foto: Dok. Pribadi)

 Sebelumnya 
“Israel bangsa penjajah dan kita harus berjuang melawan penjajahan. Ini perintah konstitusi,” kata Fadli, kemarin.

Namun, eks Waketum Gerindra, Arief Poyuono justru bertolak belakang dengan Fadli. Ia mendukung pernyataan Hendropriyono. Menurutnya, kecaman Indonesia sejak dulu tak ada pengaruhnya.

Baca juga : Bela Palestina, Aliansi Pemuda Indonesia Sambangi Kedubes AS

“Setuju. Karena dari zaman Bung Karno mengecam dan mengutuki Israel tetap aja dicuekin sama Israel,” kata Poyuono, seperti dilansir SindoNews, Rabu (19/5) lalu.

Pengamat Militer, Sarif Idris juga ikut membenarkan pandangan Hendropriyono. Secara realistis, kata dia, Indonesia memang tak bisa menghentikan konflik Palestina-Israel. “Mau apa kita? Apa yang Pak Hendropriyono sampaikan memang apa adanya,” kicaunya, di akun @sarifidris.

Baca juga : Rudal Palestina Hantam Kapal Perang Israel

Pengamat politik internasional, Arya Sandhiyudha mengatakan, dalam konteks geopolitik, Indonesia memang tidak berada dekat dengan episentrum konflik Palestina-Israel. Namun, berada di layer ke sekian dari konflik ini.

Jika bicara soal perdamaian, misalnya, masih ada Amerika Serikat sebagai kekuatan utama. Lalu, Yordania selaku negara tetangga dan Turki sebagai pemegang otoritas sejarah karena pernah menaungi Palestina di bawah kekaisaran Ottoman atau Turki Usmani.

Baca juga : Gandeng BNI, Baznas Mudahkan Urusan Bayar Zakat

Karena itu, ia menilai pernyataan Hendropriyono tak bisa disimpulkan secara tekstual. Melainkan harus diterjemahkan secara kontekstual. Apalagi selaku purnawirawan TNI, Hendropriyono diyakini paham betul bagaimana Indonesia sejak dipimpin Bung Karno hingga saat ini tegas melawan Zionisme. Gelora Bung Karno (GBK), sebutnya, masih berdiri sebagai monumen anti kolonialisme. Ketika Presiden Pertama Indonesia itu tegas menolak kontingen Israel ikut ajang Asian Games, saat Indonesia jadi tuan rumah tahun 1962.

“Mungkin ada maksud lain, bahwa jangan sampai kemudian kita salah memahami konflik Palestina-Israel, sehingga pengembangan diskursus yang ada di dalam negeri itu punya dampak negatif bagi kita sendiri,” kata Arya, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka tadi malam. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense