Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali bikin heboh. Dia menyebut vaksin Sinovac asal China yang akan segera disuntikkan pada rakyat Indonesia sebagai vaksin “Palu Arit”, simbol yang selama ini identik dengan PKI. Padahal, bosnya Fadli di Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto pernah menerima bantuan alat kesehatan dari China. Sindiran Fadli ini dianggap sama saja mencoreng Prabowo.
Pernyataan kontroversial Fadli tersebut disampaikan dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi. Dia mengkritisi rencana pemerintah yang akan melakukan vaksinasi pada bulan depan dengan vaksin Sinovac.
Menurutnya, vaksinasi dengan Sinovac sangat gegabah. Alasan nya, vaksin asal China ini belum lulus uji klinis fase III. Dia berpendapat, harusnya pemerintah memperhatikan aspek keamanan dan keampuhan vaksin.
“Karena vaksin ini memang belum ada approval dari WHO. Bahkan di dalam negeri, IDI menolak,” tegas eks Wakil Ketua DPR ini.
Fadli khawatir, penyuntikan vaksin Sinovac menjadikan rakyat hanya sebagai kelinci percobaan. Dia tidak ingin Indonesia dijadikan pasar vaksin Covid-19 oleh perusahaan farmasi global. Terlebih, Presiden Joko Widodo pernah berucap, Indonesia akan mandiri melalui Vaksin Merah Putih. “Kok ini sekarang jadi vaksin palu arit,” kritiknya.
Baca juga : Putra Jaya Husin: Siapapun Bisa Jadi Pengurus Partai Ummat
Dalam akun Twitter miliknya, @Fadlizon, dia kembali memviralkan omongannya soal vaksin Palu Arit ini. “Vaksin Merah Putih vs Vaksin Palu Arit. Saya sih pilih Vaksin Merah Putih. Jangan ada yang tergesagesa impor vaksin dan menjadikan rakyat sebagai bebek percobaan,” cuitnya.
Berbagai pengguna media sosial, rame-rame mengkritik pernyataan Fadli. Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengomentari Fadli dengan pernyataan yang me nohok sambil melampirkan sebuah berita yang isinya, kegiatan Prabowo menerima alkes dari China. “Alkes palu arit?” sindir Yunarto.
Bantuan yang diterima Prabowo itu berupa Alkes seperti Disposable Medical Mask 70 ribu, Medical Surgical Mask 9 ribu, KN95 Respirator dan Surgical Maskcone 9 ribu, Medical Goggles 6.300, dan Disposable Medical Protective Screen 4.500. Kemudian Disposable Protevtive Jump Suit 4.500, Disposable Waterproof Isolation Gown 4.500, Medical Boot Cover 9 ribu, Disposable Nitrile Glove 80 kotak, Infusion Pump 30, Knapsack Disinfectant Sprayer 16L 2 buah, Infrared Forehead Thermometer 70 buah dan Thermal Imaging Thermometer Helmet 2 buah.
Netizen lain ikut-ikutan menyindir Fadli. “Pak @prabowo, kenapa bapak mau mendatangkan alkes palu arit dari China sebelum minta persetujuan dulu ke junjungan bapak si @fadlizon? selo roh @bffb300aff02425. “ Ha.. ha.. ha.. @fadlizon sindir Pak Praowo.. ha.. ha.. ha.. ha.. komedia banget,” timpal akun @ ibas_1910. “nah alkes palu arit nih menurut @fadlizon, koq @prabowo trima alkes palu arit?” sambung akun @jhony_yap. “Pak @prabowo pecat aja ini orang. Gerindra tidak akan pernah jadi partai besar selama ada @fadlizon,” usul @NKRI110.
Politisi PDIP Dewi Tanjung juga tidak ketinggalan. Dia menyarankan Fadli untuk mengikuti jejak Ferdinand Hutahaen yang mundur dari partai karena tidak sejalan dengan ketua umumnya. “Liat dong Ferdinan Hutahean, dia nggak sepaham sama AHY, langsung mundur dari Demokrat. Itu baru Politisi yang Cerdas dan punya harga diri,” ujar Dewi.
Baca juga : Pusvetma Lakukan Vaksinasi Rabies Drive Thru Pertama di Indonesia
Namun pendapat berbeda disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Menurutnya sikap Fadli yang sering berseberangan dengan partai justru menguntungkan Prabowo. “Itu bagian dari strategi. Kalau tidak ada orang seperti Fadli, Gerindra yang rugi,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ujang menduga, sosok seperti Fadli ini memang sengaja dipelihara Prabowo. Gerindra ingin tetap mempertahankan dukungan suara dari masyarakat yang selama ini kontra dengan pemerintah. “Narasi dia bertentangan dengan pemerintah dan disukai publik. Ini makanya dimunculkan,” pungkasnya.
Apa tanggapan Istana? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan menyayangkan sikap Fadli menggunakan diksi vaksin palu arit untuk mengkritik vaksin Sinovac. Diksi ini menurutnya akan menyesatkan banyak pihak
“Jangan membrand wash masya rakat dengan katakata demikian. Be dakan, ini adalah transfer of technology. Jadi ini adalah amanah konstitusi. Di mana negara hadir melindungi hajat hidup orang banyak,” kata Dany.
Dany menjelaskan, progres yang dilakukan LBM Eijkman saat ini masih dalam proses, dan belum sampai tahap final. Sehingga yang dilakukan pemerintah sekarang adalah melakukan transfer of technology dulu dengan Sinovac. Di samping mengembangkan Vaksin Merah Putih.
Baca juga : Penasehat Keamanan Nasional AS Kena Corona
“Vaksin Merah Putih ini kan uji klinisnya baru masih proses, tahun depan mungkin baru finalisasi untuk uji klinis,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menjelaskan, saat ini Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Eijkman dan UI sudah mencapai fase uji kepada hewan. Selanjutnya akan diserahkan ke Bio Farma paling lambat Februari 2021. Dari 6 lembaga yang mengembangkan vaksin, dua institusi itu yang paling cepat. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya