BREAKING NEWS
 

“Saya Dibilang...”, Planga-plongo, Otoriter, Bebek Lumpuh, Bapak Bipang, King Of Lip Service

Jokowi Nggak Baperan

Reporter & Editor :
APRIANTO
Rabu, 30 Juni 2021 08:10 WIB
Presiden Jokowi angkat suara soal kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6/2021). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Ia meyakini, adik-adik mahasiswa khususnya di BEM UI lambat-laun akan tahu kebenaran di dalam politik. Setelah melihat masalah yang sesungguhnya di lapangan.

“Zaman sekarang, rakyat sudah paham, hidup itu dengan perbuatan, bukan sekedar bicara. Kalau toh bicara, harus dengan hati dan kedalaman rasa,” sambungnya.

Hasto lalu menyebut bagaimana kerja-kerja yang dilakukan Presiden Jokowi saat turun ke bawah, mengomandoi langsung penanganan pandemi. Termasuk kerja-kerja lainnya di tengah situasi sulit saat ini.

Baca juga : Dipimpin Luhut, PPKM Darurat, Semoga Mujarab

PDIP, tegas Hasto, tak mau ambil hati ketika ada ujaran maupun julukan-julukan yang bertendensi merendahkan itu. Karena, menurut Hasto, yang terpenting dalam perjuangan politik itu adalah ketulusan dan keyakinan dalam menjawab setiap harapan rakyat.

“Mau dikritik sekeras geledek menyambar pun, maka pemimpin yang merakyat itu justru akan semakin dicintai rakyat. Ketika ia tetap bergerak dengan penuh keyakinan bersama rakyat. Dan itulah Pak Jokowi,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari. Menurutnya, sebuah kritikan yang disampaikan dengan cara satire, unik, atau menyindir adalah hal yang biasa dilakukan mahasiswa. Kritik ini merupakan bentuk kreativitas berpendapat.

Baca juga : Edhy Prabowo Sopan, Tapi Tak Memberikan Teladan Yang Baik

“Saya mengimbau agar para pendukung pemerintah, termasuk saya di dalamnya, tidak membangun budaya mencari muka, menjilat dengan berlomba-lomba bereaksi berlebihan terhadap kritik yang ditujukan kepada pemerintah,” kata Taufik.

Di luar parpol pendukung pemerintah, pengamat politik Karyono Wibowo menilai kritik BEM UI terhadap Jokowi itu sebagai langkah positif. Akan tetapi, diperlukan pula solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Dia mengatakan, kritik di negara demokrasi sah-sah saja, termasuk yang dilayangkan untuk Presiden. Di sisi lain, dia memandang etika dalam penyampaian kritik mesti diperhatikan.

Baca juga : Krakatau Steel Berikan Pasokan Oksigen Gratis

Sementara, pakar gestur, Handoko Gani mengatakan, ketika menyebut satu persatu julukan yang pernah disematkan padanya, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah biasa dikritik. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense