Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perkara Rasuah Bansos Covid-19

Juliari Beri Jatah 400 Ribu Paket Untuk Politisi Senayan

Rabu, 30 Juni 2021 06:40 WIB
Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) menyimak keterangan saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/6/2021). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)
Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) menyimak keterangan saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/6/2021). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono mengaku disuruh mengalokasi 400 ribu paket Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 agar digarap anggota DPR.

“Saya diperintah Pak Menteri (Juliari Peter Batubara) untuk memberikan kuota 400 ribu kepada Pak Ihsan Yunus,” ungkap Adi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Hal itu disampaikannya ketika menanggapi kesaksian anggota DPR Ihsan Yunus. Menurut Adi, Ihsan memberikan keterangan berbeda dengan Agustri Yogasmara alias Yogas.

Berita Terkait : Di Singapura Tak Perlu Razia Untuk Pake Masker, Di Sini?

Pada sidang sebelumnya, Yogas mengaku menerima jatah paket Bansos dari Kemensos. Hal ini dilaporkan ke Ihsan Yunus. Lalu digarap bersama Muhammad Rakyan Ikram alias Iman Ikram, adik Ihsan Yunus.

Adi pun menuding Ihsan tidak jujur. “Jadi tidak bisa tergambarkan pemberian kuota itu kepada saudara saksi,” ujar Adi kepada Ihsan.

Ihsan Yunus membantah pernah menerima alokasi paket Bansos Covid-19 dari Kemensos. Ia juga menampik terlibat menggarap paket Bansos ini bersama Yogas dan Iman Ikram.

Berita Terkait : Kerja Keras Tangani Covid, Baharkam Polri Gelar Pelatihan Untuk 2.284 Relawan Tracer

“Saya tetap pada keterangan saya,” kata Ihsan.

Dalam sidang ini, Ihsan Yunus untuk menjadi saksi perkara terdakwa PPK Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR mengaku pernah bertemu Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Namun tidak ada pembicaraan mengenai jatah paket Bansos Covid.
 Selanjutnya