RM.id Rakyat Merdeka - Corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan. PPKM Darurat yang baru berjalan 4 hari pun belum mampu jadi penawarnya. Kemarin, rekor tembus lagi. Kasus baru bertambah 31 ribu. Yang wafat tembus 700-an orang. Sementara tingkat keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di enam provinsi di Jawa sudah menyentuh 80 persen. Rumah sakit pun kolaps. Akibatnya, banyak pasien yang tidak mendapatkan perawatan dan meninggal dunia sebelum diobati di rumah sakit.
Kemarin, kasus Corona di Indonesia lagi-lagi mencetak rekor baru. Tertinggi kedua di dunia setelah Rusia. Padahal dua hari sebelumnya, posisi kedua tertinggi kasus harian Corona dunia adalah Brazil dengan catatan 27.783 kasus. Sekarang, Indonesia menggeser Brasil karena kasus barunya mencapai 31 ribu. Belum lagi yang meninggal mencapai 728 orang.
Tingginya lonjakan pasien baru membuat rumah sakit kebingungan menampungnya. Keterisian BOR diperuntukkan pasien lama. Karena semua BOR, baik yang ada di Instalansi Gawat Darurat (IGD) dan Unit Perawatan Intensif (ICU) penuh. Seperti yang terjadi di Jawa Barat, Solo, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Pamekasan dan Surabaya.
Baca juga : Bisa Tampung 24 Ribu Orang, Anies Sulap PRJ Jadi Ruang Isolasi
Di Bandung, ada dua RS yang menutup pintu bagi pasien Corona: Edelweiss Hospital dan RS Al Islam. IGD Edelweiss Hospital belum dapat menerima pasien baru dengan gangguan pernapasan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Laporan sama datang dari RS Al Islam. Sehubungan dengan tidak tersedianya pasokan oksigen, mereka tidak dapat menerima pasien dengan keluhan sesak nafas.
Di Kabupaten Pangandaran, keterisian BOR di RS rujukan Corona mencapai 95,46 persen, tertinggi di Jabar. Kabupaten Kawarang merupakan wilayah dengan BOR tertinggi kedua dengan persentase 95,14 persen. Posisinya disusul Kota Bandung dan Kota Bekasi dengan masing-masing 95,05 persen dan 94,57 persen.
Kemudian, Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, dan Kabupaten Purwakarta memiliki tingkat BOR masing-masing 94,43 persen, 94,26 persen, dan 93,68 persen. Sementara itu, wilayah dengan BOR terendah di Jabar yakni Kabupaten Garut dengan persentase sebesar 77,65 persen.
Baca juga : Duka Karena Corona Datang Silih Berganti
Artinya, total persentase BOR di Jabar sebesar 90,69 persen. Angka ini telah melebihi standar aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang sebesar 60 persen.
Sedangkan BOR di seluruh RS Solo dilaporkan penuh. Sampai 100 persen. Begitu juga di Yogyakarta. Beberapa BOR RS di daerah istimewa itu, mencapai 97 persen. Akibatnya, tak mampu lagi menampung pasien Corona.
Hal serupa terjadi di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Akibat meledaknya penambahan jumlah pasien Corona, BOR penuh. Solusinya tenda dibangun meski sudah terdapat lima ruang isolasi ditambah satu ruang IGD.
Baca juga : 459 Orang Positif di 90 Klaster Perkantoran DKI
Tetangga Madura, Surabaya, juga ada 13 RS-nya yang menutup IGD. Menurut laporan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, 13 rumah sakit itu ialah Rumah Sakit Islam Ahmad Yani dan Jemursari, RS Royal, RS Wiyung Sejahtera, RS PHC, RS Adi Husada Undaan Wetan dan Kapasari, RS Premier, National Hospital, RS Al-Irsyad, RS Gotong Royong, RS RKZ serta RS William Booth.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.