BREAKING NEWS
 

Kalau Cakupan Vaksinasi Cuma 70 Persen

Herd Immunity Sulit Tercapai, Siap-siap Jadi Tahanan Rumah Lebih Lama

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 5 Agustus 2021 20:50 WIB
Epidemiolog Unair, Dr. Windhu Purnomo (Foto: YouTube)

 Sebelumnya 
Windhu juga menyebut, vaksinasi dan prokes juga bukan satu-satunya cara mengatasi pandemi Covid-19. Di China, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan negara lainnya, pandemi terkendali bukan karena vaksinasi.

Selain prokes dan pembatasan amat ketat alias lockdown, testing dan tracing sebanyak mungkin dilakukan di negara-negara tersebut.

"Memang strategi yang paling benar adalah, tes, lacak, dan isolasi. Case finding. Itu yang dilakukan. Indonesia sudah mulai bener lah. Tes lacak diperbanyak, dan masyarakat tetap prokes," sebut Windhu.

Baca juga : Dukung Jokowi Tangani Covid-19, Bamsoet Optimis Herd Immunity Tercapai Tahun ini

Ditambahkan Windhu, perbedaan antara negara yang menerapkan lockdown dengan yang tidak, amat kelihatan. Di India yang menerapkan lockdown, dalam tempo 3 minggu, kasus turun drastis hingga seperdelapan.

Di Indonesia, sudah lebih 4 pekan PPKM, turunnya belum drastis. DKI Jakarta memang sudah turun, tetapi lambat dan belum aman. Provinsi lain pun demikian. Masih fluktuatif.

"Agustus akan jadi puncak. Saya prediksi turunnya pelan, nggak curam kaya di India. Sehingga kita lumayan terkendali pada Januari tahun depan. Kecuali ada gebrakan, misalnya dengan mencari kasus dan mengisolasi kasus sebanyak mungkin," papar Windhu.

Baca juga : Vaksinasi Hari Kedua, PKB Harap Herd Immunity Cepat Terwujud

Diakuinya, penanganan Corona di Indonesia sudah kehilangan momentum. Namun, yang sudah terjadi, tak perlu disesali.

Windhu menilai, pemerintah telah berusaha melakukan berbagai perbaikan, terutama dari segi jumlah testing dan tracing.

"Kita sudah kehilangan momentum. Apalagi Pak Luhut menyatakan, tidak usah tawarkan lockdown lagi. Kita lakukan semuanya, kecuali lockdown. Jadi,.dari awal semuanya serba tanggung. Maka kita sampaikan solusinya perbanyak tes lacak. Saat ini, sudah ada upaya awal. Merekrut ribuan tracer dari TNI dan Polri. Kita tunggu janji testing 400 ribu per hari," harapnya.

Baca juga : Insya Allah Tercapai, Antusias Warga Untuk Divaksin Tinggi

"Semoga kita bisa segera keluar dari pandemi, supaya tidak terkurung di rumah terus. Bolanya ada di tangan masyarakat, yang harus terus sadar. Jangan mengandalkan pemerintah. Protokol kesehatan 100 persen. Dapatkan vaksinasi, minimalkan potensi tertular," pungkas Windhu. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense