Sebelumnya
“Hanya saja kami berharap masalah vaksin itu jangan sampai menghambat pergerakan orang untuk berpergian,” kata Teuku, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.
Soal Harris tak berkunjung Indonesia, Teuku pun menanggapi dengan santai. Kata dia, kunjungan seorang presiden dan wapres ke suatu daerah tentu dilatari waktu yang sangat terbatas. Karena itu, pihak yang paling bisa menjawab soal ini adalah AS.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh 7 Persen, DPR Ingatkan Pemerintah Tetap Waspada
Namun, ia menepis dugaan yang menilai Indonesia tak diperhitungkan lagi oleh AS. Soalnya saat ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sedang berada di Washington DC untuk memenuhi undangan Menlu AS Anthony Blinken.
Kata dia, Retno adalah menlu pertama di kawasan Asia Tenggara yang diundang ke AS. “Ini menunjukan bahwa RI adalah mitra strategis AS di kawasan,” ujarnya.
Baca juga : DPR Ingatkan, Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi Pandemi
Pertemuan Retno dan Blinken pada Selasa lalu berjalan lancar. Bahkan, Blinken mengumumkan pertemuan tersebut di akun Twitter miliknya.
“Hari ini saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia @Menlu_RI. Kemitraan Strategis AS-Indonesia semakin penting untuk mencapai tujuan kami di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia. Kami berharap dapat memperluas kerja sama kami!,” tulis Blinken di akun Twitter resminya.
Baca juga : Pemerintah Jangan Bimbang!
Pertemuan ini merupakan dialog strategis pertama antara Indonesia dan Amerika Serikat sejak peresmian kemitraan strategis pada 2015.Dalam pertemuan ini, kedua Menlu membahas berbagi isu termasuk dampak pandemi virus Covid-19 dan sengketa Laut China Selatan.
“Dialog Strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia, sesuatu yang telah disepakati beberapa tahun yang lalu, tetapi sekarang kita benar-benar memulai dan meluncurkan Indonesia adalah mitra demokrasi yang kuat bagi Amerika Serikat,” ujar Blibken. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.