Dark/Light Mode

PDIP Tutup Pintu Koalisi

Mardani PKS: Sah-sah Saja

Minggu, 30 Mei 2021 07:00 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera. (Foto: Humas Fraksi PKS)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera. (Foto: Humas Fraksi PKS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat kompak nggak ambil pusing dengan keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang enggan berkoalisi di Pemilu 2024. Malah, keputusan itu memacu adrenalin politik mereka.

“Hak semua partai memilih koalisi dengan partai yang sehaluan. Jadi, pernyataan Mas Hasto sah-sah saja, dan bagi kami itu bagus,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pernyataan ini merupakan reaksi atas pengakuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto yang menegaskan, partainya sulit berkoalisi dengan PKS dan Demokrat, karena berbeda ideologi.

Berita Terkait : Demokrat: Hasto Fokus Saja Urus Harun Masiku!

Mardani justru senang atas sikap tegas yang dilontarkan PDIP. Baginya, ini bisa memacu adrenalin para kader untuk memberikan yang terbaik untuk partai di Pemilu 2024. Pasalnya, hal itu selaras dengan ikhtiar perjuangan partai sebagai oposisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Meski begitu, dia tak sependapat dengan anggapan Pemilu 2024 merupakan pertarungan ideologis partai. Karena, pesta demokrasi baginya adalah kompetisi karya dan gagasan dengan ciri khas papol masing-masing. “Dengan sikap #KamiOposisi yang kokoh. Insya Allah PKS dapat menjadi partai alternatif,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Dia berkelakar dengan ungkapan ‘Belanda Masih Jauh’. Partai Demokrat, katanya, masih sibuk berkoalisi dengan rakyat, belum berpikir melakukan koalisi parpol.

Berita Terkait : Hasto Bangga PDIP Rutin Lakukan Simulasi Penanganan Bencana

Dia menilai, tidak etis jika para politisi sibuk kasak-kusuk membahas koalisi Pilpres 2024. Selain masih tiga tahun lagi, saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang menyebabkan meningkatnya jumlah rakyat miskin dan pengangguran. “Pemilu masih tiga tahun lagi. Dalam tempo itu, segala sesuatu bisa terjadi,” ujar Herzaky kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Politisi jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menegaskan, sikap Demokrat sejalan dengan instruksi Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Yaitu, membantu rakyat dengan gerakan nasional melawan Covid-19.

Menurutnya, para kader Partai Demokrat telah menggelontorkan lebih dari Rp 250 miliar untuk disumbangkan kepada masyarakat selama pandemi. “Jadi konsentrasi Demokrat tidak di Pilpres 2024, atau kawin koalisi parpol dulu,” tegasnya.

Baca Juga : Airlangga: Kami Belajar Seimbangkan Gas Dan Rem

Sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut, bahwa partainya sulit membangun koalisi dengan PKS dan Demokrat. Baginya, PDIP memiliki ideologi yang berbeda dengan PKS, dan tidak memiliki DNA yang sama dengan Demokrat.

“Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan. Karena beda karakternya, nature-nya,” ujar Hasto dalam diskusi yang digelar Para Syndicate secara daring, Jumat (28/5).

Meski begitu, Hasto seperti menggoda Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat ini posisinya juga tidak ada di dalam koalisi pemerintah. Menurutnya, PDIP merasa cocok dengan PAN. Apalagi, PAN sudah tidak digawangi Amien Rais, yang kini telah hijrah ke Partai Ummat. [BSH]