BREAKING NEWS
 

Corona Turun Di Mana-mana

Lidah Jokowi Basah Dengan Kata “Waspada”

Reporter & Editor :
APRIANTO
Sabtu, 11 September 2021 08:05 WIB
Presiden Jokowi meninjau vaksinasi Covid-19 di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Yogyakarta, Bantul, Jumat (10/9/2021). (Biro Pers)

 Sebelumnya 
Dalam rapat kabinet evaluasi PPKM, Senin (6/9) lalu, Jokowi juga meminta semua anak buahnya waspada. Khususnya Menteri Perhubungan, untuk memperketat penjagaan di setiap pintu masuk mengantisipasi masuknya Corona varian baru yang mulai menyebar di beberapa negara tetangga. Yakni, varian Mu.

“Betul-betul agar kita lebih waspada dan detail, agar jangan sampai ini merusak capaian yang sudah kita lakukan,” perintahnya.

Baca juga : Terbaru Di Ponorogo, Jokowi: Sudah 7 Bendungan Rampung Di 2021

Hal senada dikatakan Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia, meski kasus Corona melandai, wabah ini diprediksi tidak akan hilang dalam waktu dekat. Karena, belum ada vaksin Corona yang memiliki efektivitas 100 persen. Tak hanya vaksin, obat Corona saat ini juga belum tersedia. “Pemerintah terus memasifkan strategi testing, tracing, dan treatment (3T) serta menjalankan isolasi terpusat,” tukasnya.

Bagaimana tanggapan epidemiolog? Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono menilai, sudah seharusnya pemerintah tetap waspada. Karena pandemi Corona masih belum diketahui akan berakhir kapan.

Baca juga : Dua Mantan Anak Buah Juliari Hadapi Sidang Putusan Kasus Suap Bansos

“Masih belum bisa dijawab dengan pasti, karena penurunannya belum merata, vaksinasi masih rendah, ditambah perkembangan mutasi virus,” kata Pandu kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Ahli Epidemiologi Griffith University, Australia Dicky Budiman juga meminta pemerintah tetap konsisten melakukan 3T dan 5M untuk memastikan kasus Corona tidak kembali meledak. Karena meskipun kasus Corona terus turun di mana-mana, situasi masih jauh dari kata terkendali.

Baca juga : Luhut Ingin Kita Super Waspada

Sementara, sampai kemarin jumlah kasus Corona terus turun. Jumlah kasus positif harian terus anjlok hingga di angka 5.376. Lebih rendah dari sehari sebelumnya: 5.990 kasus. Angka kematian juga turun, yakni 315 kasus. Sementara sehari sebelumnya berada di angka 334 kasus. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense