Dark/Light Mode

Sore-sore Dipanggil Ke Istana

Bima Arya Diminta Jokowi Jelaskan Penanganan Covid-19 Kota Bogor

Rabu, 21 Juli 2021 23:47 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Istimewa)
Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Bogor Bima Arya dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Bogor, Rabu sore (21/7). Bima Arya dipanggil untuk menjelaskan mengenai perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

"Saya tadi sore dipanggil Bapak Presiden ke Istana Bogor. Bapak Presiden meminta update perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bogor," kata Bima Arya, di Balai Kota Bogor, Rabu petang (21/7), seperti dikutip Antara.

Pada pertemuan tersebut, Bima Arya menyampaikan laporan mengenai langkah-langkah penanganan Covid-19 di Kota Bogor, dari hulu sampai ke hilir. Kepada Presiden, Bima Arya menyampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor fokus pada warga yang positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Berita Terkait : Tok, Presiden Jokowi Batalkan Vaksinasi Covid Berbayar

"Ada puluhan warga yang menjalani isoman dan meninggal dunia. Saya sampaikan bahwa 85 persen warga isoman yang meninggal dunia itu belum divaksin. Data ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa vaksin itu efektif," kata politisi PAN tersebut.

Bima Arya juga menyatakan, Satgas Covid-19 Kota Bogor telah membentuk relawan untuk pemantau warga yang menjalani isoman. Termasuk penguatan bantuan logistik bagi warga yang menjalani isoman dan warga yang terdampak ekonomi.

Menurut Bima, Presiden menyatakan, langkah penanganan Covid-19 di Kota Bogor sudah sejalan dengan langkah kebijakan Pemerintah Pusat yang fokus membantu kaum duafa dan warga terpapar secara ekonomi.

Berita Terkait : Tertunda Maret Lalu, Wali Kota Bogor Bima Arya Akhirnya Divaksin Covid-19

Pada langkah penanganan di hilir, Bima Arya menyampaikan usulan, saran, dan permintaan kepada Presiden terkait dengan kebutuhan tenaga kesehatan, oksigen, dan obat-obatan.

"Saya lihat Pak Presiden ada rencana melakukan percepatan pengadaan oksigen dengan cara impor. Impor juga ternyata tidak mudah, karena harus bersaing dengan negara lain yang membutuhkan," katanya.

Menurut Bima Arya, Presiden juga menyatakan agar segera menyelesaikan persoalan krisis oksigen, sehingga daerah yang membutuhkan tidak perlu terus-menerus khawatir.

Baca Juga : Wapres: Penanganan Covid-19 Butuh Ekstra Kerja Keras

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga melaporkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat untuk 72.000 KK warga Kota Bogor yang terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), serta untuk 77.500 KK warga Kota Bogor yang terdaftar pada Non-DTKS. [USU]