BREAKING NEWS
 

851 Lab Harus Dimanfaatkan

Mumpung Kasus Turun Jauh, Ayo Dong Genjot Tes PCR

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 27 September 2021 13:57 WIB
Ilustrasi swab test PCR (Foto: Tedy Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Ibarat Gajah

Kita puas dengan laporan jumlah tinggi, karena gabungan dengan tes antigen. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah menyatakan, tes antigen hanya bersifat cadangan dan pelengkap. Dengan menggabungkan, risikonya terjadi bias.

"Kalau pandemi diibaratkan gajah, kita baru mampu memegang bagian-bagiannya saja, tanpa pernah tahu persis seberapa besarnya. Kita juga terkaburkan oleh tes non epidemiologis. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah menetapkan bahwa prioritas tes adalah suspek, disusul kontak erat. Tes di luar itu, bukan bagian dari strategi prioritas," beber Tonang.

Baca juga : Meski Kasus Turun, Syarief Dorong Perbanyak Testing Covid-19

Melihat rendahnya jumlah kasus baru dan positivity rate,  Tonang menilai wajar, bila masyarakat terjebak pada "merasa sudah aman". Apalagi, pejabat pemerintah pun berulangkali menyatakan tentang "sudah rendah" tersebut. Jadi, mudah terjadi pelonggaran.

Namun, kita harus bersikap hati-hati. Jumlah tes tinggi karena digabung tes antigen.

Untuk PCR, Tonang menyebut, jumlah tes kita baru sebatas mendekati target minimal. Itupun dengan catatan, 40-60 persen di antaranya dilakukan oleh DKI Jakarta.

Baca juga : Menkes Turunkan Harga Tes PCR

"Artinya, untuk tes di luar Jakarta, harus dimaknai sangat hati-hati. Mengingat kapasitasnya masih jauh dari harapan. Apa yang nampak tinggi dalam laporan, itu karena digabung dengan antigen. Begitu pula laporan positivity rate nasional, yang nampak sudah begitu rendah. Itu pun digabung dengan antigen," urai Tonang.

Seharusnya,  kata Tonang, keduanya dilaporkan. Tapi secara terpisah. Bila jumlah tes PCR masih kurang, sebenarnya harus hati-hati sekali mengambil simpulan.

Itu pesan eksplisit dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang testing untuk Covid. Itu pula mengapa Kementerian Kesehatan menetapkan target pelipatan jumlah tes, bila positivity rate masih belum di bawah 5 persen.

Baca juga : Perpanjangan PPKM Harus Terus Dilakukan Sampai Kasus Aktif Turun 5 Ribu Per Hari

"Mumpung kasus dilaporkan sedang turun sekali, usul sederhananya, genjot testing PCR. Kita punya 851 lab PCR se Indonesia. Kapasitas variatif dari 50/hari sampai 1.500 bahkan 2.000/hari. Kalau rata-rata per hari 100/lab/hari saja, sudah kita dapatkan 85 ribu PCR/hari. Sudah 2 kali target WHO," papar Tonang.

"Lakukan dalam 3 pekan depan. Maka akan lebih menggambarkan kondisi sebenarnya, sehingga kita tidak kikuk dan ragu menyatakan simpulannya. Mari bersyukur, hindari takabur, jangan tergesa-gesa kendor," pungkasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense