Redaktur
RM.id Rakyat Merdeka - Buat sebagian orang yang "pandai" menyisihkan pendapatannya, alias irit, kadang memang membutuhkan wadah agar tabungannya punya nilai tambah. Buat yang sabar, bisa coba investasi di properti. Buat yang suka tantangan bisa coba jual beli saham. Buat yang berani jatuh bangun, bisa coba buka usaha.
Seorang kawan, panggil saja Ratih, sifatnya nggak neko-neko. Jajan seadanya, belanja se-mood-nya. Padahal, gaya hidup masa kini, hedon banget. Tempat nongkrong buat ngemil sambil ngopi-ngopi santai, betebaran di Jakarta.
Suatu ketika, ia cerita, ditawari adiknya yang bekerja sebagai marketing properti, untuk membeli satu unit studio di daerah pinggiran Jakarta. Harganya, tergolong jauh di bawah harga pasaran. "Iya neh, tempat lain di Jakarta harga udah Rp 400 jutaan, ini masih separo-nya. Iseng aja gue ambil. Kata adik gue prospeknya bagus," kata dia bercerita.
Baca juga : Begini Tips Sukses Tanam Bawang Putih
Singkat cerita, Ratih rutin bayar cicilan uang muka selama dua tahun. Dalam perjanjian, memang ada skema libur bayar, sambil menunggu progres pembangunan. Sayangnya, selama dua tahun itu, tidak ada progres sama sekali.
Suatu hari, teman saya ini yang lempeng ini mendapat kiriman foto melalui whatsapp. Foto itu, menunjukkan layar TV dengan beberapa orang tertunduk, tengah ditangkap pihak kepolisian. Saya sedang ada di sampingnya. Mukanya datar saja. Iseng saya melongok ke layar HP-nya, tertulis judul berita "Ratusan Orang Tertipu Apartemen Bodong". Saya sedikit mengernyitkan dahi.
Lalu, saya tanya " Lo, kenal ga wajah-wajah itu?," Lirih dia jawab, "kayanya, (orang) yang tengah ini, mirip Dirut perusahaan apartemen yang gue ambil deh," jawabnya sedikit ragu.
Baca juga : Kembangkan Sistem, Taspen Gandeng GEPS Korea
Lalu, di kiriman foto lainnya, tertulis inisial nama-nama pelaku yang diduga menipu, dengan menjual apartemen bodong lantaran lahannya tetap kosong setelah hampir mendekati waktu serah terima kunci, yang seharusnya dilakukan akhir tahun ini.
"Yah, iya. Ini sih, apartemen yang lagi gue cicil. Lah, kalau ditangkep gini, trus duit yang udah disetor, gimana nasibnya...???" teriaknya panik. Saya sendiri bingung harus bilang apa.
Tidak sedikit pemberitaan yang sudah me-warning masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi. Mau itu di properti, emas, dan jenis investasi lainnya. Jangan mudah tergiur dengan imbal hasil besar, yang tidak masuk akal. Apalagi, kita, konsumen, sebagai pemilik dana, sebaiknya juga tidak pasif. Harus aktif mencari informasi, teliti dan penuh perhitungan matang untuk menempatkan dana.
Baca juga : Gandeng Travelio, Intiland Tingkatkan Nilai Apartemen Aeropolis
Di sisi lain, pemerintah tengah gencar mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk mulai berinvestasi, tidak melulu hanya tahunya menabung di bank, apalagi yang masih nabung di bawah kasur.
Irma Yulia, Wartawan Rakyat Merdeka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.