RM.id Rakyat Merdeka - Kurikulum pendidikan menjadi pijakan Pemerintah untuk memajukan sumber daya manusia. Apalagi, sektor pendidikan saat ini masih tertinggal dari negara-negara lain, termasuk dalam hal pendidikan karakter.
Karena itu, anggota Komisi X DPR Djohar Arifin mengajak penyusunan kurikulum ini memperhatikan masukan dari para pakar dan ahli. Sehingga kurikulum pendidikan yang ada kelak tetap utuh, siapa pun menterinya.
“Tolonglah, jangan tukar menteri, tukar kurikulum. Jadikanlah kurikulum sebagai kurikulum negara,” kata Djohar dalam rapat Panja Merdeka Belajar-Kampus Merdeka bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Himpunan Pengusaha Pribumi dan sejumlah stakeholder di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin.
Baca juga : Didiskriminasi, Muslim Sri Lanka Kini Dimusuhi
Politisi senior Fraksi Gerindra ini mendengar informasi bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sulit mendengar masukan. Timnya juga terkesan jalan sendiri.
Dia lalu menyentil Keputusan Mendikbudristek soal pengangkatan guru besar. Keputusan menteri tersebut terbilang lucu karena pengangkatan guru besar atau profesor kehormatan dengan masa berlaku tiga tahun.
Padahal jabatan profesor ini merupakan jabatan akademik. “OK lah kalau Doktor Honoris Causa. Tapi profesor itu jabatan akademik. Jadi seperti main-main ini pendidikan kita,” ujarnya, prihatin.
Baca juga : KJP Medical Center Depok Buka 24 Jam
Djohar bilang, tantangan ke depan semakin berat sehingga perlu kesiapan luar biasa untuk menghadapinya.
“Saya khawatir hanya Jakarta dan kota-kota besar saja yang siswanya siap. Di luar daerah tidak siap menghadapi zaman yang luar biasa kemajuannya,” jelasnya.
Apalagi, sambung dia, kemajuan teknologi saat sudah memasuki 5,0. Sehingga nantinya karyawan seperti pegawai pos, teller bank sudah tidak diperlukan lagi. Sehingga, kurikulum kudu menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan zaman dan kemajuan teknologi ini.
Baca juga : Wujudkan Perlindungan Anak, Menteri Bintang Apresiasi Efektivitas Vaksinasi
Sementara, Wakil Ketua Komisi Tetap Pelatihan dan Ketenagakerjaan Kadin Dasril Rangkuti menuturkan kondisi tidak nyambungnya kebutuhan dunia industri dengan dunia pendidikan saat ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.