Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral Dunia Pukul Rupiah
Jumat, 17 Desember 2021 09:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menurun 0,04 persen ke level Rp 14.367 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.361 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia juga mengalami menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,07 persen, peso Filipina naik0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dolar Singapura naik 0,01 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Hanya won Korea Selatan dan yen Jepang yang turun masing-masing 0,13 persen dan 0,01 persen.
Baca juga : BI Kembali Tahan Suku Bunga Di Level 3,5 Persen
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,01 persen ke 96,04. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,05 persen ke level Rp 16.256, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,08 persen ke level Rp 19.193, dan terhadap dolar Australia naik 0,04 persen ke level Rp 10.030.
Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, potensi tekanan terhadap rupiah datang dari kebijakan moneter sejumlah bank sentral di dunia. Seperti Bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) berencana menaikkan suku bunga acuan pada 2022. Begitu juga dengan bank sentral Inggris, Bank of England.
Baca juga : Innalillahi, Haji Lulung Meninggal Dunia Di RS Harapan Kita
Sementara bank sentral Eropa, The European Central Bank (ECB) berencana mengurangi pembelian surat utang di pasar keuangan. "Ini mungkin bisa memicu reposisi portofolio investasi keluar dari Indonesia. Nilai tukar rupiah berpeluang dalam tekanan terhadap dolar AS," kata Ariston di Jakarta, Jumat (17/12).
Rupiah juga masih dibayangi kekhawatiran dunia terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron. Apalagi, penemuan kasus-kasus pertama sudah menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Baca juga : Sehatkan Keuangan, AP I Bakal Daur Ulang Aset
"Dunia masih mewaspadai Omicron karena virus ini masih baru. Ini juga memberikan tekanan ke rupiah," ujar Ariston.
Ia memproyeksi rupiah akan tertekan di kisaran Rp 14.340 sampai Rp 14.400 per dolar AS sepanjang hari ini. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya