Sebelumnya
Terakhir, Saleh berharap Pemerintah tetap selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Karena itu, obat dan alat-alat kesehatan (alkes) yang memadai harus tetap disiapkan.
“Semoga kekurangan obat dan alkes tidak terjadi lagi ke depannya,” harap Saleh.
Senada, anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan Pemerintah tetap waspada atas kenaikan kasus Covid-19 di China. Kebijakan yang diambil harus berdasarkan evidence based policy.
Baca juga : Mak Ganjar Sulsel Terobos Jalan Terjal Dan Berbukit
“Wajib berdasarkan riset, data, dan pertimbangan ilmiah yang akurat dalam menghadapi pandemi,” ujarnya.
Menurut Kurniasih, semua tren peningkatan kasus di negara lain termasuk penyebaran varian dan subvarian yang ada di negara lain bisa jadi satu bahan dan data. Termasuk kasus yang ada di China saat ini.
“Sebelumnya ada soal varian dan subvarian XBB dan subvarian Omicron lainnya. Pengawasan terus dilakukan,” saran dia.
Baca juga : Libur Natal, 1.173.799 Kendaraan Melintas di Ruas Tol Tangerang–Merak
Selain itu, harus fokus, tidak boleh teralihkan. Yakni pemenuhan target vaksin booster yang masih cukup rendah. Hal ini juga menjadi bagian dari kesiapan terhadap subvarian apapun yang terjadi di negara lain.
“Apalagi kita sudah punya vaksin dalam negeri, yakni Indovac dan Inavac yang sudah keluar Use Emergency Authorization (EUA) untuk vaksin primer maupun booster,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut, ledakan gelombang Covid-19 lanjutan di China tidak akan mempengaruhi situasi di Tanah Air. Asalkan, sero survei atau persentase antibodi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 90 persen, kondisi di luar negeri tidak akan menjadi ancaman untuk dalam negeri.
Baca juga : Ada Kecelakan Di Tol Layang Japek, Korlantas Terapkan Contra Flow
“Ada apa pun, dari mana pun, seharusnya sudah tidak jadi masalah,” ujar Jokowi di Jakarta, Senin (26/12). â–
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.