BREAKING NEWS
 

112 Jemaah Meninggal, Timwas DPR Desak Kemenag Perketat Kesehatan Di Armuzna

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Sabtu, 15 Juni 2024 15:32 WIB
Anggota Timwas Haji DPR RI, Ace Hasan Syadzily melakukan pengawasan haji 2024 di Makkah, Kamis (14/6). (foto: dprri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR mendesak Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperketat mitigasi kesehatan jemaah haji Indonesia menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Langkah ini sangat penting dilakukan untuk memastikan para jemaah dalam kondisi kesehatan yang optimal saat melaksanakan ibadah haji di Armuzna.

"Mitigasi sangat penting karena jemaah haji kita yang meninggal itu banyak terjadi pada puncak haji dan setelah puncak haji," ujar Anggota Timwas Haji DPR, Ace Hasan Syadzily di Makkah, Arab Saudi yang dikutip laman dpr.go,id Jumat (14/6).

Baca juga : 80 Persen Jemaah Haji Tiba di Makkah, PPIH Intensifkan Persiapan Armuzna

Hingga saat ini, tercatat ada 112 jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia. Timwas meminta Kemenag untuk melakukan mitigasi ketat terhadap aspek kesehatan para jemaah, terutama untuk mengelola haji yang lansia dan difabel guna menekan angka kematian saat puncak haji. 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR  ini menekankan pentingnya perencanaan matang terkait pergerakan para jemaah mulai dari hotel ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. 

Adsense

"Kami meminta agar pergerakan jemaah betul-betul dipersiapkan skenarionya," katanya.

Baca juga : Kemendag: Pertek Kemenperin Picu Ribuan Kontainer Tertahan Di Pelabuhan

Puncak ibadah haji di Armuzna akan dilaksanakan pada 9-10 Dzulhijah, dan para jemaah mulai berangkat menuju ke Arafah sejak Jumat (14/6) siang waktu setempat.

Dalam upaya mendukung kenyamanan beribadah, Kementerian Perhubungan Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Arab Saudi, menyiapkan jalur khusus ramah jemaah haji lansia yang menghubungkan Arafah dan Muzdalifah. Jalur ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas para jemaah, khususnya yang lansia dan difabel.

Sementara Wakil Menteri Perhubungan Arab Saudi, Tareq Ziyad Al-Shami menyatakan, bahwa jalan setapak sepanjang 1 kilometer dengan lebar 15 meter ini terbuat dari bahan campuran bitumen, aspal, dan karet. Permukaan jalan ini dicat dengan cat khusus berwarna abu-abu cerah, yang mampu meredam panas sebesar 13 hingga 15 derajat Celsius.

Baca juga : Pemerintah Perketat Usulan

"Masyarakat bisa berjalan dari Arafah ke Muzdalifah melalui jalan setapak ini tanpa merasakan sakit pada lutut atau kram pada lutut. Memang diketahui, orang lanjut usia sering mengalami nyeri lutut dan punggung. Kami ingin memberi kemudahan ketika mereka sedang berjalan," jelas Tareq

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih nyaman dan aman, serta meminimalkan risiko kesehatan yang bisa terjadi selama puncak haji di Armuzna.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense