Sebelumnya
Sedangkan alokasi 2 juta dosis lagi direncanakan untuk vaksinasi periode kedua pada Juli hingga September 2025.
Hanya saja, Agung tidak merinci sumber dana dan jumlah anggaran yang akan dikeluarkan Kementan untuk membuat 4 juta vaksin PMK ini. Tapi yang jelas, pengadaan vaksin ini akan diproduksi Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma).
“Pusvetma didirikan pada 1952 dengan fokus awal memproduksi vaksin PMK untuk mendukung pembebasan Indonesia dari PMK sebelum tahun 1990,” kata Agung.
Baca juga : Investasi Aset Kripto Diyakini Kian Moncer
Kepala Pusvetma Edy Budi Susila menambahkan, pihaknya siap memproduksi 4 juta dosis vaksin PMK sebagai upaya untuk menekan angka kasus PMK di Indonesia.
Dia pun menjamin kualitas vaksin buatan Pusvetma ini walau buatan dalam negeri.
“Pusvetma siap memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menjamin kualitas vaksin telah sesuai dengan standar nasional. Jadi, vaksin dijamin aman dan memiliki efikasi (khasiat) sebagaimana yang dipersyaratkan,” kata Edy.
Baca juga : Pemda Diminta Pakai APBD Sukseskan MBG
Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap sejumlah pengadaan bermasalah di Kementan untuk pengadaan tahun 2022. Temuan tersebut, yakni adanya kelebihan bayar dalam pengadaan material eartag (tanda pengenal ternak) tahap II dan III pada Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak.
Temuan lain, yakni pengadaan vaksin PMK tahap II dan III. Kedua pengadaan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan pada tahun 2022.
BPK menemukan adanya kelebihan bayar dalam pengadaan tersebut, sehingga berpotensi merugikan negara sebesar Rp 75,7 miliar. KAL
Baca juga : Warga Dikasih Tenda, Perahu Dan Pelampung
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Jumat, 17 Januari 2025 dengan judul "Penyakit Menular Mengganas Duh, Pengadaan Vaksin PMK Belum Dianggarkan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.