Sebelumnya
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merasa ada yang aneh terkait kenaikan harga beras ini. Sebab seharusnya, jika di tingkat penggilingan turun, harga di tingkat eceran juga turun.
“Penggilingan itu identik petani, kenapa? Berada di sawah, jadi kalau di tingkat penggilingan turun, di eceran harusnya turun,” ungkap Amran.
Baca juga : Bos BTN Patok Akuisisi Rampung Oktober 2025
Keanehan itu terjadi pada data stok gudang beras di Cipinang, Mei 2025. Menurut Amran, terdapat 11 ribu ton beras yang keluar dari gudang Cipinang, pada Rabu (28/5/2025). Padahal selama 5 tahun terakhir, angkanya tidak lebih dari 3.500 ton.
“Ini masuk akal nggak ini 11 ribu ton keluar satu hari? Aneh kan? Ya selesai ini jawabannya (harga beras naik),” ucap Amran.
Baca juga : Kopdeskel Merah Putih Atasi Peran Tengkulak
Dia meminta, keanehan ini diinvestigasi oleh Satgas Pangan. Karena Amran menduga ada permainan mafia di balik tingginya harga beras meski stok berlimpah.
“Artinya apa? Ada middle man yang mempermainkan. Inilah terkadang kita sebut mafia,” ucap Amran. KAL
Baca juga : Jangan Potong Hewan Kurban Di Jalan Umum
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Kamis, 5 Juni 2025 dengan judul "Anomali Harga Beras Stok Melimpah Belum Dikeluarkan Dari Gudang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.