Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kantongi Lampu Hijau Dari Presiden
Bos BTN Patok Akuisisi Rampung Oktober 2025
Kamis, 5 Juni 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akhirnya mengantongi lampu hijau alias persetujuan Pemerintah untuk melakukan pemisahan (spin-off) unit usaha syariah (UUS) BTN Syariah dan sekaligus mengakuisisi Bank Umum Syariah (BUS).
Aksi tersebut diyakini bakal berdampak positif terhadap pertumbuhan BTN Syariah dan industri syariah nasional.
Informasi itu disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir usai menghadiri Indonesia Sharia Forum di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Menurut Erick, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan aksi korporasi BTN. Persetujuan tersebut memungkinkan BTN Syariah untuk mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS), sebagai bagian dari rancangan spin-off UUS.
Terpisah, Direktur di PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (Reli) Reza Priyambada menilai, spin-off BTN akan berdampak positif. Salah satunya memperlincah BTN Syariah dalam menggarap potensi pasar ke depan. Spin-off tersebut juga akan berimbas positif terhadap induknya BTN.
Selain itu, BTN Syariah bisa lebih mandiri menjangkau pasar, pendanaan, dan pengembangan jaringan.
“Karena dengan statusnya sebagai bank yang berdiri sendiri, akan memiliki kebijakan sendiri untuk menentukan strategi ke depan,” kata Reza di Jakarta, Rabu (4/6/2025).
BTN Syariah juga akan lebih agresif untuk memperkuat pasar. Khususnya, menjadi bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah.
“Spin-off tersebut juga mempermudah BTN Syariah, untuk bisa menjalin kerja sama lebih luas dengan pihak ketiga, maupun dengan berbagai merchant ke depan,” ucapnya.
Baca juga : Kopdeskel Merah Putih Atasi Peran Tengkulak
Sedangkan bagi induk, lanjut dia, BTN akan diuntungkan dengan pertumbuhan BTN Syariah, karena masih bertindak sebagai pemegang saham pengendali.
“Spin-off ini bisa berdampak positif terhadap kinerja keuangan ke depan, dan pergerakan harga saham BBTN,” tuturnya.
Terpisah, Pengamat perbankan sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah meyakini, pasar perbankan syariah nasional membutuhkan pemain yang spesifik dan telah berpengalaman. BTN Syariah, menurutnya, memiliki kapabilitas tersebut.
Piter menyebut, BTN Syariah saat ini menjadi satu-satunya pemain syariah yang fokusnya di sektor perumahan, karena tumbuh berbarengan dengan induknya, yang bisnis intinya pada penyaluran kredit properti.
“Ini menjadi bekal kuat untuk BTN Syariah melayani lebih banyak segmen masyarakat syariah ketika sudah di-spin-off menjadi BUS,” kata Piter.
Setelah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo terkait pemisahan atau spin-off BTN Syariah, Manajemen BTN bergerak cepat untuk mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar proses spin-off UUS BTN bisa cepat terlaksana.
Proses spin-off BTN Syariah yang saat ini sedang berjalan tidak terlepas dari aturan yang ditetapkan OJK melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2023 dan POJK Nomor 12 Tahun 2023. POJK No. 12 Tahun 2023 mengatur tentang pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank induk.
Dalam ketentuan POJK tersebut, disebutkan bank yang aset UUS-nya mencapai 50 persen atau lebih dari total aset induknya, atau aset UUS-nya minimal Rp 50 triliun, wajib melakukan spin-off menjadi BUS.
Hingga akhir Maret 2025, aset UUS BTN telah mencapai Rp 61,19 triliun, dengan pencapaian tersebut, UUS BTN wajib sudah memisahkan diri dari induknya.
Baca juga : Jangan Potong Hewan Kurban Di Jalan Umum
Menanggapi hal ini, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, pihaknya tengah mempercepat langkah strategisnya dalam melakukan pemisahan atau spin off UUS, menjadi entitas BUS.
“Kami ingin BTN Syariah menjadi bank syariah nasional yang kuat dan modern,” tegas Nixon.
Nixon menargetkan proses spin-off BTN Syariah yang telah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo tersebut, selesai pada Oktober tahun ini.
Menurut Nixon, setelah menandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) pada Januari 2025, BTN kini memasuki tahap finalisasi proses akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS), yang dijadikan cangkang terbentuknya BUS BTN Syariah.
“BTN telah memasuki fase akhir dari aksi korporasi spin-off UUS menjadi BUS,” kata Nixon.
Setelah spin-off, BTN akan tetap menjadi pemegang saham pengendali BVIS, dengan kepemilikan maksimal 100 persen.
Nixon menekankan, transformasi ini tidak sekadar pemenuhan regulasi, tapi juga merupakan bagian dari upaya BTN menjadikan BTN Syariah sebagai katalis penguatan industri keuangan syariah nasional, yang fokus, inklusif, dan berdampak.
Dengan rekam jejak sebagai bank penyalur KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan Tapera tertinggi, dan penguasa pangsa pasar KPR Syariah nasional, BTN Syariah telah menunjukkan potensi besar untuk tumbuh menjadi BUS berkelas regional.
Sepanjang kuartal I-2025, BTN Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,2 persen menjadi Rp 46,3 triliun dan pertumbuhan aset mencapai Rp 61,2 triliun.
Baca juga : Menikah Dan Berkarier Di AS
Kinerja positif ini mencerminkan kesiapan BTN Syariah menjadi entitas mandiri dengan daya saing tinggi di pasar BUS.
Atas rencana spin-off UUS BTN tersebut, sebelumnya Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, langkah konsolidasi ini diharapkan industri perbankan syariah menjadi semakin baik dan semakin kuat.
“BTN Syariah diharapkan dapat menjadi BUS dengan skala usaha yang diproyeksikan dapat tumbuh menjadi BUS besar, yang bergerak di segmen pembiayaan perumahan,” jelas Dian di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Menurut Dian, langkah manajemen BTN ini, sejalan dengan OJK yang juga mendorong terjadinya konsolidasi lain di perbankan syariah. Terutama melalui aksi korporasi berupa spin-off, merger, ataupun akuisisi.
Hingga kuartal I-2025, BTN Syariah berhasil mencatatkan peningkatan pembiayaan sebanyak 18,2 persen dari Rp 39,1 triliun menjadi Rp 46,3 triliun.
Total aset juga melesat dari Rp 54,8 triliun menjadi Rp 61,2 triliun sampai akhir Maret 2025. Begitu juga dengan laba bersih melesat dari Rp 164 miliar menjadi Rp 199 miliar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya