Sebelumnya
“Jika tidak segera ditangani, 23.128 kasus suspek yang sudah terdeteksi hingga Agustus ini berpotensi terus meningkat dan menimbulkan komplikasi serius kepada para penerus bangsa,” ingatnya.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera bidang Pendidikan dan Kesehatan itu menambahkan, peningkatan cakupan imunisasi nasional harus dijamin dengan ketersediaan vaksin hingga pelosok. Di saat yang sama, edukasi publik serta penguatan sistem surveilans kesehatan juga harus berjalan.
“Sinergi lintas sektor antara Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat diperlukan agar pencegahan KLB campak berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Baca juga : Zulhas: Desa Bisa Jadi Pusat UMKM
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh menambahkan, pendekatan sosial harus dilakukan untuk menangani wabah ini. Masalah KLB campak di Sumenep tidak cukup diatasi hanya dengan layanan vaksinasi dari pemerintah daerah.
“Persoalan utama di Sumenep bukan sekadar kurangnya layanan vaksinasi, tapi adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap vaksin, apa pun jenisnya,” ujar legislator yang karib disapa Ninik itu.
Dia menilai, pendekatan yang terlalu formal tidak akan efektif. Pemerintah harus menggandeng tokoh agama, tokoh adat, dan pemuka masyarakat agar pesan pentingnya vaksinasi lebih mudah diterima. Jadi, penanganannya bisa berjalan lebih soft.
Baca juga : Indonesia Mesti Menjadi Teladan Regional Dan Global
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan pemuka masyarakat di sana," tambahnya.
Dia menekankan, komunikasi publik yang inklusif dan berbasis kepercayaan menjadi kunci. Dengan cara itu, resistensi masyarakat bisa perlahan diatasi. “Kita tidak bisa memaksakan. Tapi dengan pendekatan yang kolaboratif dan humanis, saya yakin masyarakat bisa lebih terbuka untuk menerima vaksin demi kesehatan bersama,” ucapnya.
Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, campak merupakan penyakit paling menular di dunia, bahkan jauh lebih menular dibandingkan COVID-19. Namun, meski sangat menular, campak sebenarnya sudah memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.
Baca juga : Jelang Muktamar Ke-35, Para Pengurus Di PPP Mulai Rapatkan Barisan
"Jadi, jika mendapatkan vaksinasi, dia tidak akan kena penyakit campak lagi," kata Budi di Sumenep, Kamis (28/8/2025).
Menkes mengingatkan, campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Karena itu, Pemerintah menekankan langkah utama dalam menghadapi wabah campak adalah melakukan imunisasi massal. PYB
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 29 Agustus 2025 dengan judul "Pencegahan Harus Prioritas Ayo, Atasi KLB Campak"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.