Dark/Light Mode

Semester I-2025 Kantongi Rp 1,7 Triliun

Top, Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit

Jumat, 29 Agustus 2025 06:35 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) dalam konferensi pers mengenai laporan keuangan Semester I-2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. BTN)
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) dalam konferensi pers mengenai laporan keuangan Semester I-2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. BTN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun pada akhir semester I-2025. Angka ini tumbuh double digit sebesar 13,6 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, pencapaian tersebut sejalan dengan upaya perseroan untuk terus mempertajam strategi dan meningkatkan efisiensi proses bisnis di tengah tantangan makroekonomi.

“Pertumbuhan laba bersih BTN ditopang oleh pendapatan bunga kredit yang naik 23,5 persen (yoy) menjadi Rp 18,50 trili­un hingga Juni 2025,” kata Nixon di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Nixon mengatakan, capaian itu juga melampaui pertumbuhan biaya bunga yang sebesar 2,3 persen yoy.

Baca juga : Kontribusi Sektor Hulu Dan Hilir Migas Semakin Besar

Pertumbuhan tersebut meng­hasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 9,34 triliun, atau naik 55,1 persen yoy hingga semester I-2025.

Dengan racikan strategi BTN di paruh pertama 2025, mar­gin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) naik 139 basis poin (bps) menjadi 4,4 persen per akhir Juni 2025, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3 persen.

Adapun Cost-to-Income Ra­tio (CIR) membaik ke level 43,8 persen dari sebelumnya 58,8 persen. Hal ini menunjukkan proses bisnis yang semakin efisien.

“Di tengah berbagai tantangan makro ekonomi dan persaingan yang ketat di industri perbankan, BTN berhasil mencatatkan profit­abilitas yang membaik,” ucapnya.

Baca juga : Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Akan Digeber Lagi

Nixon menyebut, hal itu ber­kat strategi yang dijalankan secara konsisten, dan terus melak­sanakan fungsi intermediasinya untuk menggerakkan perekono­mian rakyat, terutama dari sektor perumahan.

Di sisi perolehan dana masyarakat, BTN mampu membu­kukan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp 406,38 triliun hingga semester I-2025, tumbuh double digit atau 11,2 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 365,38 triliun.

Laju DPK BTN tersebut ter­pantau berada di atas pertum­buhan DPK industri perbankan, yang sebesar 6,6 persen yoy per akhir Juni 2025.

Nixon menjelaskan, pertum­buhan DPK BTN sejalan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat mesin pendanaan. Terutama dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang berasal dari segmen ritel dan institusi.

Baca juga : Kalah Lawan Tim Divisi Empat, Setan Merah Makin Jeblok

“Pertumbuhan dana murah BTN tidak terlepas dari upaya perseroan, dalam menggencar­kan akuisisi pengguna baru dan transaksi aplikasi Bale by BTN,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.