Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Semester I-2025 Kantongi Rp 1,7 Triliun
Top, Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit
Jumat, 29 Agustus 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun pada akhir semester I-2025. Angka ini tumbuh double digit sebesar 13,6 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, pencapaian tersebut sejalan dengan upaya perseroan untuk terus mempertajam strategi dan meningkatkan efisiensi proses bisnis di tengah tantangan makroekonomi.
“Pertumbuhan laba bersih BTN ditopang oleh pendapatan bunga kredit yang naik 23,5 persen (yoy) menjadi Rp 18,50 triliun hingga Juni 2025,” kata Nixon di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Nixon mengatakan, capaian itu juga melampaui pertumbuhan biaya bunga yang sebesar 2,3 persen yoy.
Baca juga : Kontribusi Sektor Hulu Dan Hilir Migas Semakin Besar
Pertumbuhan tersebut menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 9,34 triliun, atau naik 55,1 persen yoy hingga semester I-2025.
Dengan racikan strategi BTN di paruh pertama 2025, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) naik 139 basis poin (bps) menjadi 4,4 persen per akhir Juni 2025, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3 persen.
Adapun Cost-to-Income Ratio (CIR) membaik ke level 43,8 persen dari sebelumnya 58,8 persen. Hal ini menunjukkan proses bisnis yang semakin efisien.
“Di tengah berbagai tantangan makro ekonomi dan persaingan yang ketat di industri perbankan, BTN berhasil mencatatkan profitabilitas yang membaik,” ucapnya.
Baca juga : Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Akan Digeber Lagi
Nixon menyebut, hal itu berkat strategi yang dijalankan secara konsisten, dan terus melaksanakan fungsi intermediasinya untuk menggerakkan perekonomian rakyat, terutama dari sektor perumahan.
Di sisi perolehan dana masyarakat, BTN mampu membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp 406,38 triliun hingga semester I-2025, tumbuh double digit atau 11,2 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 365,38 triliun.
Laju DPK BTN tersebut terpantau berada di atas pertumbuhan DPK industri perbankan, yang sebesar 6,6 persen yoy per akhir Juni 2025.
Nixon menjelaskan, pertumbuhan DPK BTN sejalan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat mesin pendanaan. Terutama dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang berasal dari segmen ritel dan institusi.
Baca juga : Kalah Lawan Tim Divisi Empat, Setan Merah Makin Jeblok
“Pertumbuhan dana murah BTN tidak terlepas dari upaya perseroan, dalam menggencarkan akuisisi pengguna baru dan transaksi aplikasi Bale by BTN,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya