RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Iskandar meminta seluruh pihak turut serta menjaga stabilitas harga pangan jelang Lebaran. Meningkatnya permintaan dari masyarakat selama periode ini sering kali jadi pemicu utama terjadinya kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar.
Iskandar menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari pertemuan dengan Perum Bulog dan ID Food, stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Cadangan beras yang tersedia mencapai empat juta ton dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Namun, permintaan di sejumlah daerah sangat tinggi. Kondisi itu berpotensi memicu kenaikan harga pada komoditas pangan. “Karena itu, harus ada antisipasi agar tidak menimbulkan tekanan inflasi yang dapat memberatkan ekonomi masyarakat dalam situasi sekarang,” tegas Iskandar, kemarin.
Baca juga : Airlangga: Asia Kunci Pertumbuhan Global
Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, kenaikan harga sekecil apa pun secara psikologis bisa mempengaruhi masyarakat. “BUMN pangan harus terus berkoordinasi dengan Pemda serta para pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok di berbagai wilayah,” katanya.
Senada, anggota Komisi IV DPR Rajiv meminta Pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan menjelang Lebaran 2026. Pasalnya, momen bulan Ramadan hingga Idulfitri kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pokok yang signifikan dari masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Dia bilang, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan permintaan, antara lain beras, minyak goreng, gula, daging, serta telur. Itu berpotensi menyebabkan lonjakan harga yang memberatkan masyarakat. Pemerintah harus segera memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh daerah.
Baca juga : Minta Fee Buat Lebaran, Bupati Rejang Lebong TSK Suap Ijon Proyek
Komisi IV, sambung Rajiv, akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan, secara khusus di dapilnya di Jabar. “Kami berharap produksi pertanian lokal bisa jadi penopang utama kebutuhan masyarakat, terutama saat permintaan meningkat tajam pada momen perayaan hari besar keagamaan nasional,” ucapnya.
Sejalan dengan itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah meminta kepala daerah menggelar pasar murah bagi masyarakat, jika ada bahan pangan yang mengalami kenaikan harga menjelang Idulfitri. Pasar murah adalah salah satu bentuk intervensi Pemerintah terhadap kenaikan harga serta upaya pengendalian inflasi.
Tito menegaskan, pasar murah dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa ketersediaan barang cukup dan harganya tetap terjangkau. Langkah intervensi lewat gerakan pasar murah ini wajib dilakukan jika ada komoditas pangan tertentu yang harganya mulai menunjukkan tren kenaikan harga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.