BREAKING NEWS
 

Prediksi Ketua Banggar: Harga Pertamax Turun Bulan Depan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Kamis, 18 Juni 2026 21:16 WIB
Suasana di SPBU Pertamina Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah bersyukur atas turunnya harga minyak dunia. Hal itu terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan kesepakatan damai yang membuka kembali akses pelayaran melalui Selat Hormuz di Iran. 

Turunnya harga minyak tersebut membuat tekanan fiskal Indonesia menjadi berkurang. "Kalau harga minyak dunia naik terus-menerus maka fiskal akan goyang. Kita tidak punya kemewahan atas fiskal kita," kata Said, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Kendati harga minyak mentah dunia telah turun, Said memprediksi PT Pertamina akan memperbarui harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax pada bulan depan. Alasannya, DPR dan Pemerintah biasanya akan membahas harga kenaikan atau turunnya harga minyak subsidi maupun nonsubsidi setiap tiga bulan sekali. 

Saat ini, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax sebesar Rp 16.250 per liter sejak Selasa (9/6/2026), naik dari sebelumnya Rp sebesar Rp 12.300/liter. "Kalau harga minyak acuan naik terus harga langsung naik, maka akan merepotkan sekali bagi para pelaku usaha," ujar politisi PDIP ini.

Baca juga : Pasokan BBM Lancar, Apakah Harga Pertamax Akan Turun?

Anggota Komisi XII DPR Yulisman menambahkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang dilakukan Pemerintah dan PT Pertamina perlu dilihat dalam kerangka yang lebih luas. Yaitu menjaga keberlanjutan pengelolaan energi nasional sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Menurut Yulisman, Pemerintah saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi, kemampuan fiskal negara, dan keterjangkauan energi bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan terkait BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi memiliki pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan tujuan masing -masing.

Adsense

"Penyesuaian harga Pertamax tidak dapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak dunia dan biaya pengadaan energi," kata Yulisman, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Namun yang perlu dicatat, kata Yulisman, Pemerintah tidak sepenuhnya melepaskan harga Pertamax mengikuti harga pasar. Buktinya, sampai saat ini harga yang dijual Pertamina masih berada di bawah harga keekonomiannya.

Baca juga : Driver Ojol Berharap Harga Pertalite Tetap Stabil Dan Pasokan Terjaga

Ia menjelaskan, penyesuaian harga yang dilakukan saat ini mengacu pada perkembangan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Kondisi tersebut turut memengaruhi biaya pengadaan BBM yang harus dikelola Pemerintah dan Pertamina. "Tapi, Pemerintah tetap berupaya menjaga agar penyesuaian dilakukan secara terukur," kata politikus Golkar ini.

Dia memuji komitmen Pemerintah untuk mempertahankan harga Pertalite, Solar subsidi, dan elpiji 3 kilogram hingga akhir tahun 2026. Hal ini menunjukkan perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Ia menilai, perkembangan harga energi dunia bersifat dinamis. Karena itu, apabila ketegangan geopolitik global mulai mereda dan harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan, maka kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi normalisasi harga BBM nonsubsidi ke depan.

Untuk itu, Yulisman berharap situasi global semakin kondusif dan harga minyak dunia kembali stabil. Jika tekanan terhadap harga energi berkurang, tentu akan semakin terbuka ruang bagi penyesuaian harga yang lebih baik di masa mendatang. "Kita perlu melihat kebijakan ini dalam konteks yang dinamis, bukan hanya pada satu momentum tertentu," kata legislator asal Riau ini.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Jelaskan Perbedaan Harga Pertamax dan Pertalite

Komisi XII DPR, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai langkah Pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sektor energi, memperkuat keberlanjutan subsidi dan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense