Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Driver Ojol Berharap Harga Pertalite Tetap Stabil Dan Pasokan Terjaga
Selasa, 16 Juni 2026 19:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) berharap harga Pertalite tetap stabil dan pasokannya terjaga setelah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax, yang berlaku sejak 10 Juni 2026.
Para driver menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong sebagian pengguna BBM non-subsidi beralih ke Pertalite. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan permintaan dan berdampak pada ketersediaan BBM subsidi di lapangan.
Saputra, pengemudi ojol asal Depok yang telah bekerja di sektor transportasi daring sejak 2020, berharap pemerintah dapat menjaga harga dan ketersediaan Pertalite agar tetap mudah diakses masyarakat.
"Harapannya semoga Pertalite enggak berubah harganya dan jangan sampai barangnya kosong," ujar Saputra.
Menurut pria berusia 40 tahun itu, kenaikan harga Pertamax saat ini memang belum memberikan dampak langsung bagi dirinya yang masih menggunakan Pertalite. Namun, ia memperkirakan dampaknya akan mulai terasa apabila semakin banyak pengguna Pertamax beralih ke BBM subsidi.
Baca juga : Askrindo Syariah Dorong Penguatan Literasi Lewat Penjaminan Pembiayaan Syariah
"Saya masih menggunakan Pertalite, tetapi ke depannya saya percaya akan ada dampaknya juga lama-kelamaan," katanya.
Ia menilai perbedaan harga yang cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite dapat mendorong perpindahan konsumen. Jika hal itu terjadi secara masif, Saputra khawatir pasokan Pertalite menjadi terbatas.
"Banyak driver pemakai Pertamax akan beralih ke Pertalite. Dampaknya makin banyak lagi pemakai Pertalite. Itu pasti jadi imbas ke kami," ujarnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi sejak 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sementara itu, pengemudi ojol lainnya, Haris, mengaku masih mengandalkan Pertalite untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ia mengatakan penggunaan Pertamax hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika antrean pengisian Pertalite terlalu panjang.
Baca juga : GKB-NU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Nasional
"Saat ini saya tetap mengandalkan Pertalite dan hanya menggunakan Pertamax jika memang diperlukan, misalnya saat antrean Pertalite terlalu panjang," katanya.
Meski memperhatikan perkembangan harga BBM, Haris menilai faktor yang paling menentukan pendapatan pengemudi ojol saat ini adalah jumlah pesanan yang diterima setiap hari.
"Bagi saya, menjaga jumlah order tetap tinggi sangat penting karena pendapatan sebagai mitra driver sangat bergantung pada banyaknya pesanan yang diterima," ujarnya.
Menurut Haris, di tengah meningkatnya biaya hidup, kestabilan order menjadi faktor utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ia berharap masyarakat tetap menggunakan layanan transportasi online sehingga penghasilan para mitra pengemudi dapat terus terjaga.
"Harapan saya ke depan pelanggan tetap menggunakan layanan transportasi online sehingga penghasilan mitra dapat terus terjaga," katanya.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Stimulus Dan Perpanjang Skema WFH
Haris juga berharap pemerintah mempertimbangkan dampak setiap kebijakan terhadap masyarakat dan sektor-sektor yang terdampak langsung. Selain itu, ia berharap perusahaan aplikator terus memberikan perhatian dan apresiasi kepada para mitra pengemudi yang berprestasi.
"Ke depan, saya berharap semakin banyak program apresiasi atau penghargaan bagi mitra yang berprestasi," tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya