Sebelumnya
Diplomasi Harus Diukur dari Hasil, Bukan Perjalanan
Pengamat politik Institut STIAMI, Yurisman Star, menilai kiprah BKSAP menunjukkan bahwa diplomasi parlemen mulai menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik. Namun ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah banyaknya konferensi yang dihadiri ataupun kerasnya pidato yang disampaikan.
Baca juga : Membarui Skala Prioritas Program di Tengah Ketidakpastian Global
Ukuran sesungguhnya adalah dampak nyata. "Hasil diplomasi harus diterjemahkan menjadi peningkatan investasi, pembukaan pasar baru, penguatan legislasi nasional, hingga meningkatnya posisi tawar Indonesia di tingkat global," ujarnya kepada RM.id, Senin (30/6/2026).
Menurut Yurisman, langkah BKSAP mengawal aksesi OECD merupakan contoh bagaimana diplomasi luar negeri harus dihubungkan dengan reformasi di dalam negeri. Begitu pula konsistensi Indonesia membela Palestina. Nilai strategis Indonesia justru lahir dari konsistensi moral tersebut.
Baca juga : Gandung Pardiman: Pariwisata Jadi Tameng Devisa di Tengah Krisis Global
Namun tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Persaingan global kini bergerak ke arah teknologi, kecerdasan buatan, energi, pangan, ekonomi digital, dan rantai pasok dunia. Jika diplomasi parlemen hanya berhenti pada retorika politik, Indonesia akan kehilangan momentum.
Sebaliknya, apabila diplomasi mampu diintegrasikan dengan legislasi dan strategi ekonomi nasional, BKSAP dapat berkembang menjadi salah satu instrumen paling penting dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah tatanan dunia baru.
Baca juga : Pancasila Dan Literasi: Dua Pilar Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Global
Pada akhirnya, diplomasi memang tidak menghentikan perang dalam semalam. Namun sejarah menunjukkan, hampir semua perang berakhir di meja perundingan.
Karena itu, selama dunia masih menyisakan ruang dialog, suara Indonesia akan tetap memiliki arti. Dan di tengah bara geopolitik global yang belum juga padam, Senayan sedang berusaha memastikan suara itu tetap terdengar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.