BREAKING NEWS
 

DPR: Proyek Molis Nasional Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Minggu, 16 Agustus 2026 07:05 WIB
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Motor Listrik Nasional (Molinas). Kebijakan tersebut merupakan langkah strategis memperkuat kemandirian industri sekaligus membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dan berdaulat secara ekonomi.

Wakil Ketua DPR Sari Yuliati mengatakan, kebijakan tersebut bukan hanya tentang menghadirkan kendaraan listrik. “Tetapi bagaimana Indonesia membangun kemampuan industrinya sendiri, menguasai teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Sari di Jakarta, Jumat (14/08/26).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran Motor Listrik Nasional, Beserta Ekosistem Pendukung di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Dia bilang, langkah ini merupakan upaya dalam melakukan transisi ke energi terbarukan. “Penggunaan motor listrik dapat menekan pengeluaran harian untuk penggunaan BBM konvensional," kata Prabowo.

Sari melanjutkan, konsep kemandirian menjadi salah satu fondasi penting dalam visi pembangunan Presiden Prabowo.

Harapannya, Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasional untuk membangun industri yang memiliki daya saing tinggi.

Baca juga : Bangun Desa Untuk Pemerataan Ekonomi

Presiden Prabowo, kata Sari, memiliki visi yang jelas, Indonesia tidak boleh selamanya bergantung kepada negara lain dan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Molinas dapat menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sumber daya, teknologi, industri dan pasar nasional dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

Ia menilai, pengembangan kendaraan listrik memiliki nilai strategis karena berkaitan dengan masa depan energi dan transformasi industri. Terlebih, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya mineral yang dapat menjadi bagian penting dalam rantai industri kendaraan listrik, termasuk industri baterai.

Yang didorong, kata Sari, bukan sekadar produksi kendaraan, tetapi pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Mulai dari riset, teknologi, komponen, baterai, manufaktur, hingga infrastruktur pendukungnya bisa semakin kuat dan memberikan ruang besar bagi industri nasional.

DPR, tegas Sari, akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah yang bertujuan memperkuat industri nasional, sekaligus memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sari berharap, Molinas dapat terus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas, harga yang terjangkau, tingkat kandungan dalam negeri, inovasi teknologi serta keberlanjutan industri. Jadi jangan berhenti pada peluncuran, tapi langkah ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian industri otomotif dan energi.

Adsense

"Pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan agar industri nasional memiliki kepastian untuk tumbuh dan bersaing,” tegas politisi Golkar ini.

Baca juga : Pidato Prabowo Bangun Kepercayaan Diri Nasional

Sari menambahkan, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa besar kemampuan Indonesia menguasai teknologi dan rantai produksinya.

Ini adalah momentum untuk membuktikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga produsen.

"Kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang mampu memproduksi kebutuhan strategisnya sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, dan menjadi pemain penting dalam industri masa depan,” tandas legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan perbankan dan lembaga keuangan di bawah lembaganya. Ini untuk menyiapkan skema Down Payment (DP) yang saat ini sekitar 10 persen akan dicoba ditekan, bahkan dihapus.

"Dari perbankan kami memberikan pendanaan dengan suku bunga lebih rendah dan jangka waktu lebih panjang, sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat dan baik," kata Rosan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Menurut Rosan, skema pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem Molinas. Pasalnya, pasar kendaraan roda dua di Indonesia masih sangat besar, sementara porsi motor listrik dalam penjualan tahunan masih kecil. Saat ini terdapat sekitar 140 juta motor di Indonesia.

Baca juga : BIMA: Pidato APBN Prabowo Tunjukkan Keberpihakan Pada Rakyat

"Penjualan motor baru mencapai sekitar 6-7 juta unit per tahun, tetapi pembelian motor listrik baru sekitar 60 ribu-70 ribu unit atau hanya 1 persen," sebut Rosan.

Rosan memperkirakan, kondisi tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan pasar motor listrik masih terbuka. Potensi market size sektor tersebut mencapai sekitar 170 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.039 triliun (asumsi kurs Rp17.877 per dolar AS).

Selain pembiayaan, kata Rosan, Danantara akan mendorong penggunaan baterai berbasis nikel untuk Molinas. Langkah tersebut sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel yang besar serta kemampuan untuk mengembangkan rantai produksi baterai di dalam negeri. "Diketahui bersama, nikel kita sebesar 46 persen reserve nikel di dunia," ungkapnya.

Rosan menambahkan, saat ini ada sekitar 10 perusahaan nasional yang telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Kami akan bekerja sama dengan PT Len Industri dan Profesor Sigit untuk mendorong standardisasi internasional," pungkasnya. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 16 Agustus 2026 dengan judul "DPR: Proyek Molis Nasional Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense