BREAKING NEWS
 

Bamsoet: Tentang Reshufle, Presiden Ingin Kinerja Kabinet Lebih Efektif

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 9 Juli 2020 06:57 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Pimpinan MPR lain saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Rabu (8/7). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan, dalam pertemuan Pimpinan MPR dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Rabu (8/7), selain membahas rencana Sidang Tahunan MPR dan agenda kenegaraan lainnya, juga sempat menyinggung soal reshufle. Adalah Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dan Syarief Hasan yang menanyakan langsung tentang isu reshuffle kabinet tersebut.

"Presiden Jokowi hanya terkekeh-kekeh dan tidak menjawab secara langsung tentang isu reshufle. Beliau hanya menekankan, bahwa para menteri harus kerja ekstra keras. Terapkan manajemen krisis. Pastikan semua program dan dana tersalurkan. Rakyat semua menunggu. Kalau perlu kerja 24 jam. Saya sendiri kata Presiden, setiap hari langsung turun ikut mengawasi. Sekarang ini, tidak hanya menteri yang saya tanya. Tapi saya kejar juga sampai ke sekjen dan dirjen kementerian. Itu penjelasan presiden. Artinya, Presiden tidak ingin ada menteri yang main-main. Semua harus fokus bekerja menghadapi krisis. Ini masa-masa yang sangat sulit,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, Kamis (9/7).

Adsense

Baca juga : Bamsoet: Nelayan Harus Jadi Profesi Menjanjikan dan Penuh Kesejahteraan

Jadi, tambah Mantan Ketua DPR ini, Presiden tidak menyampaikan langsung secara implisit, apakah akan ada reshuffle atau tidak. "Silakan tafsirkan sendiri pandangan presiden tersebut," ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap, isu reshuffle kabinet tak menjadi bola liar yang kontraproduktif terhadap penanganan Covid-19. Para menteri harus tetap fokus bekerja lebih efektif, jangan sampai malah sibuk memikirkan isu reshuffle. Sebagai pembantu presiden, para menteri harus bisa mengejar ritme kerja presiden yang sangat cepat. 

Baca juga : Nasdem dan Gerindra Klaim Kerja Kadernya di Kabinet Sudah Oke

"Jadikan teguran yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet pada beberapa waktu lalu sebagai pemacu semangat kerja. Rakyat sangat menantikan agar dana penanganan Covid-19 yang mencapai Rp 905,1 triliun bisa cepat dirasakan secara langsung oleh rakyat. Penyerapan anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran harus segera dilakukan," pungkas Bamsoet.

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengaku, saat dirinya menanyakan mengenai rencana reshuffle, Presiden Jokowi menanggapi dengan menegaskan dirinya ingin semua menteri bekerja maksimal. "Secara implisit, Bapak Presiden mengatakan menginginkan kabinet ini bekerja maksimal. Secara implisit begitu. Jadi silakan diartikan," kata Syarief. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense