Dark/Light Mode

Nasdem dan Gerindra Klaim Kerja Kadernya di Kabinet Sudah Oke

Rabu, 1 Juli 2020 06:58 WIB
Bendera Partai Gerindra dan Partai Nasdem (Foto: Istimewa)
Bendera Partai Gerindra dan Partai Nasdem (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi Partai Nasdem Saan Mustopa mengklaim tiga menterinya bekerja baik di tengah maraknya isu reshuffle kabinet. Meski begitu, Nasdem  menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden jika memang terjadi perombakan menteri.

“Menteri-menteri Nasdem sih sejauh yang kita pahami, mungkin subjektif ya pandangan kita, cukup baik lah, performnya. Pak Johnny, Bu Siti, Pak Syahrul, itu kinerjanya, performanya, bagus,” kata Saan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Nasdem menempatkan tiga kadernya di kabinet. Yaitu, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

Baca juga : Gerindra Dorong Pemerintah Beri Subsidi Kuota Internet Kepada Pelajar

Meski begitu, Wakil Ketua Komisi II DPR ini berharap, Presiden mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk lembaga survei ihwal kinerja para menteri. “Presiden tentu punya banyak pertimbangan, punya banyak hasil evaluasi dan review terkait dengan kinerja para menterinya,” ujarnya.

Soal siapa menteri yang akan diganti, Saan enggan berspekulasi. “Presiden yang punya hak untuk reshuffle,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Partai berlambang burung Garuda ini menempatkan dua elitenya di kabinet. Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, dan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. “Untuk reshuffle menurut kami itu hak penuh, hak prerogatif Presiden Jokowi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen  Senayan, Jakarta, kemarin.

Baca juga : Padat Karya Tunai Diklaim Berhasil Kurangi Pengangguran

Dasco mengatakan, menteri dari Partai Gerindra sudah bekerja maksimal dalam mendukung kinerja pemerintah. Kendati begitu, biarlah Presiden yang menilai apakah kementerian yang diberikan kepada Gerindra mempunyai nilai yang baik atau tidak. “Kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden,” ujarnya.

Mengenai beredarnya video kejengkelan Presiden Jokowi terhadap kinerja para menteri di tengah Covid-19, baginya  itu menunjukkan sikap tegas seorang presiden. “Pak Jokowi ingin seluruh  kementerian itu memaksimalkan pengeluaran atau pendistribusian dana Covid yang memang sudah dianggarkan oleh masing-masing kementerian,” tutupnya.  

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kejengkelannya terhadap kinerja para menterinya di era pandemi Covid-19 dalam sidang paripurna kabinet 18 Juni 2020. Bahkan, Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle terhadap para menterinya tersebut. “Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara, bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya,” ungkap Jokowi. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.