BREAKING NEWS
 

Buat Hadapi Ancaman Resesi 

Gus Jazil: Perkuat Ekonomi Desa 

Reporter : SHAHIH QARDHAVI
Editor : SARIF HIDAYAT
Senin, 10 Agustus 2020 12:32 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid.

RM.id  Rakyat Merdeka -       Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendorong penguatan ekonomi desa untuk hadapi ancaman resesi perekonomian.  

   “Saya yakin sebab di desa banyak potensi besar yang belum dimaksimalkan,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Jakarta, 10 Agustus 2020.

   Gus Jazil-sapaan akrab Jazilul memaparkan, desa yang subur menyimpan potensi sumber daya alam dan tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Disebutkannya antara lain  kopi, cengkeh, tembakau, lada, rempah-rempah, dan lain sebagainya, tumbuh di sana dan dikelola oleh masyarakat. Bila potensi pedesaan seperti itu lebih disentuh dan diperhatikan oleh pemerintah maka desa akan menjadi pusat perekonomian masa depan. Begitu pun demikian daerah pesisir yang kaya dengan sumber daya kelautan.

   Agar sukses menggarap potensi itu, lanjutnya, perlu dikelola  secara proffesional.

Baca juga : Fahri Hamzah : UMKM Akan Jadi Penyelamat Ekonomi

   "Dirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” ujar pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu. 

Menurutnya, mendirikan Bumdes akan ada nilai tambah dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat. Dirinya menceritakan, saat melakukan kunjungan ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, di sana banyak Bumdes yang mengelola kopi olahan perkebunan rakyat. Bumdes yang ada mampu mengelola kopi yang dipetik dari perkebunan hingga dipasarkan di warung Bumdes di lokasi tempat wisata.

   “Nah seperti itulah yang perlu dicontoh dan ditiru oleh desa-desa yang lain,” ungkapnya.

Adsense

   Dia mengakui, saat ini Bumdes-Bumdes yang ada masih kekurangan peralatan dan sumber daya manusia. Untuk itu dirinya menegaskan, di sinilah peran pemerintah untuk memberdayakan.

Baca juga : Sudah Tepat, Sektor Pangan Jadi Prioritas Ekonomi Nasional

   “Kementerian terkait harus bersama dengan pemerintah daerah membantu dan mendorong agar mereka lebih proffesional dalam mengelola dan menggerakan potensi desa,” ujarnya.  

   Dia menuturkan pemerintah harus melatih bagaimana Bumdes mampu mengemas produk dan membuka jaringan distribusi perdagangan.

   “Selain sering diikutkan dalam pameran produk unggulan, juga dilatih bagaimana menjual produk lewat online,” ucapnya.

   Gus Jazil menilai, teknologi informasi sekarang sudah masuk ke pelosok-pelosok pedesaan.  Cara memasarkan lewat media online sangat efektif.

Baca juga : Pusat Anggarkan Rp 15 Triliun Untuk Pulihkan Ekonomi Daerah

    “Kopi dari Ende dan Bajawa, Flores, cepat diketahui masyarakat di mana saja bila sudah terunggah di media sosial. Tinggal bagaimana Bumdes yang dibina oleh pemerintah memanfaatkan peluang itu,"  tuturnya.

   Dia yakin pemberdayaan perekonomian pedesaan lewat Bumdes tidak akan  banyak mengalami kendala. Sebab masyarakat pedesaan kental dengan sikap gotong royong dan keterbukaan. Masyarakat pedesaan mudah menyerap nilai-nilai baru yang dirasa bisa memberdayakan potensi diri dan desa. Dalam bekerja pun mereka menerapkan nilai-nilai kegotongroyongan. Dan Nilai-nilai itu perlu dirawat, dilestarikan, dan dikembangkan. 

   “Sikap gotong royong dan keterbukaan serta potensi yang melimpah yang membuat saya yakin masa depan perekonomian ada di desa,” pungkasnya. (QAR/TIM)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense