Sebelumnya
Meski restoran masih boleh buka dan aktivitas produksi industri kritis diizinkan Work From Office 100 persen, mereka tetap tidak bisa bertahan jika tidak ada permintaan. Karenanya, kehadiran dan kepedulian pemerintah tetap menjadi andalan.
“Pemerintah perlu mengintensifkan bansos dan stimulus terlebih untuk sektor-sektor paling terdampak seperti pariwisata, transportasi, ritel dan sebagainya,” tandasnya.
Baca juga : Pertamina Support Pelaku Usaha Garap Produk Hazmat
Sebelumnya, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, Kadin melihat adanya urgensi untuk menekan tren penyebaran pandemi Covid-19. Pengusaha tidak punya banyak pilihan selain mengikuti kebijakan yang ada.
Shinta menaksir, sekurang-kurangnya, pembatasan ini bakal berdampak pada turunnya omzet para pelaku usaha yang dibatasi kegiatannya. Padahal, pelaku di sektor-sektor ini sebetulnya masih rentan terkena krisis arus kas dan baru saja mulai membaik omzetnya.
Baca juga : Masyarakat Jangan Bandel, Tahan Diri Dan Kooperatif
“Ini juga berdampak bagi pelaku usaha skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang modal dan ketahanan cashflow-nya terbatas,” imbuh Shinta.
Untuk itu, Shinta berharap, pemerintah dapat memberikan dukungan finansial baik dalam bentuk relaksasi kredit atau suntikan modal baru bagi pelaku usaha di sektor-sektor yang terkena dampak paling besar dari kebijakan pengetatan. Dengan cara itu, tingkat kepailitan atau penutupan usaha bisa diminimalisir. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.