Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menegaskan, partainya menolak pembentukan koalisi poros partai Islam. Ia mengingatkan semua pihak agar berhati-hati menggunakan politik identitas berbasis agama sebagai merk jualan ke publik.
"Meskipun ciri atau identitas khas partai politik atau ideologi politik partai telah dijamin di Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, namun kita harus hati-hati menggunakan politik identitas berbasis agama sebagai merk jualan ke publik," kata Viva Yoga di Jakarta, Sabtu (17/4).
Juru bicara PAN ini menilai simbol-simbol agama sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam turbulensi politik karena dapat menyebabkan keretakan kohesivitas sosial dan dapat mengganggu integrasi nasional.
Baca juga : Dekan Syariah UIN Jakarta Sebut Koalisi Partai Islam Menjanjikan
Politisi asal Lamongan ini mencontohkan beberapa kasus di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) adalah bukti serta fakta lapangan yang seharusnya menjadi pelajaran sejarah bagi bangsa Indonesia.
"PAN tidak ingin kondisi seperti itu terulang lagi. Namun PAN memberikan apresiasi atas sikap politik tersebut, sebagai bagian dari ijtihad politik PPP dan PKS namun kami tidak akan ikut wacana Poros Islam," ujarnya.
Dia juga menjelaskan, wacana pembentukan poros politik berbasis agama akan melahirkan antitesa poros lain berbasis non-agama. Kondisi politik itu menurut dia, tentu ahistoris dan tidak produktif bagi kemajuan bangsa.
Baca juga : PAN Ogah Gabung Poros Partai Islam
Ia menyarankan sebaiknya wacananya diarahkan pada adu ide dan gagasan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan sumber daya manusia unggul.
"Selain itu memperbaiki kesehatan dan perekonomian nasional, membangun kedaulatan pangan agar tidak impor, membangun militer yang modern, dan tema lainnya yang bermanfaat buat kecerdasan bangsa," ujarnya.
Viva Yoga juga mendorong agar proses pendidikan politik rakyat harus diarahkan secara rasional, melalui pendekatan akal sehat.
Baca juga : Cegah Teror Bom, Polisi Jangan Fokus Ke Teroris Laki-laki Saja
Hal itu menurut dia, agar demokrasi dapat berjalan sehat dan berguna untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan politik prosedural atau rutinitas, tetapi berpolitik yang substantif dan produktif. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya